Situs Gunung PadangSitus Gunung Padang - dok. Shutterstock

Cianjur, Beritanda.com – Situs Gunung Padang di Cianjur kembali menyita perhatian publik setelah pemugaran yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan Pemprov Jawa Barat. Hasil sementara menunjukkan, Gunung Padang bukanlah piramida seperti yang selama ini ramai dibicarakan.

Pemugaran Gunung Padang Fokus Penataan, Bukan Mengubah Struktur

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menjelaskan bahwa pemugaran Gunung Padang pada prinsipnya hanya berupa penataan agar struktur situs terlihat lebih tertib. Batu-batu yang posisinya miring diluruskan kembali, tanpa mengubah bentuk dasar dari peninggalan tersebut.

Pemugaran itu pada prinsipnya penataan, supaya lebih tertib. Misalnya, batu yang posisinya miring diluruskan kembali,” ujar perwakilan dari Disparbud.

Langkah ini dilakukan agar susunan asli Gunung Padang bisa terlihat lebih utuh dan mudah dipahami oleh publik.

Hasil Eskavasi, Gunung Padang Bukan Piramida

Berdasarkan eskavasi terbaru, tim menemukan bahwa kedalaman batu di Gunung Padang hanya sekitar satu hingga satu setengah meter. Tidak ditemukan struktur piramida di bawah permukaan tanah.

Baca Juga :  Pukul dan Rampas STNK, Dua Debt Collector di Depok Ditangkap

Hasil eskavasi menunjukkan kedalaman hanya sekitar satu hingga satu setengah meter. Tidak ditemukan struktur piramida, melainkan susunan undak.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Gunung Padang merupakan punden berundak, bentuk bangunan ritual yang dikenal dalam kebudayaan masa lampau di Nusantara.

Menunggu Hasil Akhir Kajian Kementerian Kebudayaan

Meski temuan sementara sudah mengarah pada kesimpulan penting, hasil kajian Gunung Padang masih bersifat sementara. Tim ahli dari Kementerian Kebudayaan masih melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan fungsi dan karakter situs tersebut.

Menurut informasi dari kementerian, pemugaran Gunung Padang diproyeksikan rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Tema besar yang diusung dari situs ini lebih mengarah pada fungsi ritual, bukan sebagai pusat kerajaan seperti yang pernah dispekulasikan sebelumnya.