Home » News » Nasional » Viral Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP, Anak Jadi WN Inggris
Dwi Sasetyaningtyas anak jadi WNAPolemik Dwi Sasetyaningtyas ketika anak jadi WNA - dok Ist

Beritanda.com – Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak ramai diperbincangkan setelah video kebahagiaannya karena sang anak resmi menjadi warga negara Inggris viral di media sosial. Video yang telah ditonton jutaan kali itu memicu perdebatan lantaran Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan alumni LPDP. Polemik pun berkembang, mempersoalkan status beasiswa yang pernah ia terima dan keputusan terkait kewarganegaraan anaknya.

Video Viral Dwi Sasetyaningtyas dan Sorotan ke LPDP

Video tersebut memperlihatkan Dwi Sasetyaningtyas membuka sebuah amplop yang disebutnya sebagai dokumen penting.

Dalam unggahan yang beredar luas, ia mengatakan, “Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga,”.

Ia kemudian menambahkan, “Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku,”.

Ekspresi haru terlihat saat ia menunjukkan surat resmi dari otoritas Inggris.

“Ini adalah surat dari home office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris,” ujarnya. Anak Dwi Sasetyaningtyas yang masih bayi tampak santai, belum memahami momen yang membuat sang ibu begitu emosional.

Pernyataan lanjutan Dwi Sasetyaningtyas juga memicu respons beragam. Ia mengatakan, “Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,”.

Sejumlah warganet kemudian mengaitkan kebahagiaan tersebut dengan status Dwi Sasetyaningtyas sebagai alumni LPDP. Kritik muncul di berbagai platform, mempertanyakan komitmen penerima beasiswa negara terhadap Indonesia.

Menanggapi hal itu, Dwi Sasetyaningtyas memberikan klarifikasi terbuka. “Aku LPDP lulus tahun 2017, sudah kembali ke Indonesia selama lima tahun, dan berkontribusi lewat bisnis saya hingga hari ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan, “Kewajiban saya sama LPDP sudah tuntas, dan kewarganegaraan anak saya itu hak anak saya dari lahir karena dia lahir di Inggris. Status warga negara anak saya tidak ada hubungan lagi dengan beasiswa yang saya terima,”.

Profil Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP dan Pendiri Sustaination

Di balik polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas memiliki rekam jejak pendidikan yang menonjol. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung dan melanjutkan studi ke Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, melalui program LPDP.

Perjalanan akademiknya menjadi fondasi dalam membangun Sustaination pada 2017. Dwi Sasetyaningtyas mendirikan gerakan tersebut sebagai wadah edukasi gaya hidup ramah lingkungan dan kampanye pengurangan sampah.

Melalui Sustaination, Dwi Sasetyaningtyas aktif mendorong praktik zero waste di tingkat rumah tangga. Fokus gerakan ini meliputi pengurangan plastik sekali pakai, pemanfaatan kompos, serta dukungan terhadap produk UMKM berbasis keberlanjutan.

Tak hanya menjual produk ramah lingkungan, Sustaination juga membangun komunitas Cerita Kompos. Inisiatif tersebut mengajak masyarakat mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Kontribusi Dwi Sasetyaningtyas sebagai alumni LPDP di sektor bisnis hijau menjadi bagian dari klarifikasi yang ia sampaikan. Ia menegaskan telah memenuhi kewajiban kembali ke Indonesia dan berkontribusi sesuai ketentuan program LPDP.

Meski demikian, perdebatan publik belum sepenuhnya mereda. Nama Dwi Sasetyaningtyas dan LPDP terus menjadi topik diskusi, mempertemukan isu nasionalisme, hak kewarganegaraan anak, dan tanggung jawab alumni beasiswa negara.

Viralnya video tersebut membuat profil Dwi Sasetyaningtyas semakin dikenal luas. Di satu sisi, ia disorot karena keputusan pribadi terkait keluarga, di sisi lain rekam jejaknya sebagai alumni LPDP dan aktivis lingkungan kembali menjadi perhatian publik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News