Home » News » Daerah » Sopir Ambulans Dipukuli Saat Antar Pasien Darurat di Bandung Barat
Ilustrasi Mobil Ambulance, Sopir ambulans dianiaya saat membawa pasien menuju rumah sakit di Bandung BaratIlustrasi Mobil Ambulance, Sopir ambulans dianiaya saat membawa pasien menuju rumah sakit di Bandung Barat - dok Freepik

Bandung Barat, Beritanda.com – Seorang sopir ambulans berinisial AW (53) menjadi korban penganiayaan saat mengantar pasien menuju RSUD Cikalongwetan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Cirawa–Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Sabtu (7/6/2026), ketika ambulans melintas di jalur sempit dan berliku. Meski sudah memberi tanda kondisi darurat, korban justru dipukul oleh pengemudi minibus yang berpapasan.

Sopir Ambulans Dipukuli di Jalan Sempit Saat Bawa Pasien

Kasus sopir ambulans dipukuli ini bermula saat AW menjalankan tugas mengantar pasien dalam kondisi sakit menuju rumah sakit. Saat itu, ambulans melintas di ruas jalan sempit yang hanya cukup dilalui satu kendaraan.

Di lokasi kejadian, kendaraan korban berpapasan dengan sebuah minibus yang dikendarai terduga pelaku. Meski sirene dan tanda darurat telah dinyalakan, pengemudi minibus diduga tidak memberikan jalan.

Baca Juga :  Kasus Mbah Tarman dan Cek Mahar Rp3 Miliar yang Ternyata Palsu

Situasi tersebut memicu ketegangan di tengah kondisi mendesak. Korban berupaya menunjukkan bahwa dirinya sedang membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Diduga terlapor tidak mau mengalah atau memberi jalan serta terlihat emosi kemudian pelapor berusaha menunjukan bahwa sedang dalam keadaan darurat membawa pasien dengan cara membuka pintu bagian belakang agar pasien di lihat oleh terlapor,” kata Kapolsek Cipatat Kompol Iwan Setiawan.

Upaya tersebut diharapkan dapat meredakan situasi. Namun, konflik justru berlanjut hingga berujung kekerasan fisik.

Kronologi Penganiayaan Terhadap Sopir Ambulans

Menurut keterangan kepolisian, terduga pelaku kemudian mendekati korban dan melakukan pemukulan. AW dipukul menggunakan tangan kosong pada bagian bibir dan disikut pada bagian dada.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami rasa sakit ringan dan sempat merasa sesak saat bernapas. Meski demikian, tidak ditemukan adanya penggunaan senjata tajam maupun benda tumpul dalam insiden tersebut.

Baca Juga :  Syuting Konten Asusila, 18 WNA Digerebek Polisi di Bali

Tidak ditemukan benda tajam atau tumpul pada saat terjadinya penganiayaan. Korban sudah mendapatkan penanganan medis serta telah dilakukan visum,” ujar Iwan.

Dalam kondisi memar-memar, korban tetap berupaya menyelesaikan tugasnya sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian. Laporan resmi dibuat di Polsek Cipatat untuk penanganan lebih lanjut.

Penyelidikan Polisi dan Harapan Keadilan

Kapolsek Cipatat Kompol Iwan Setiawan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap sopir ambulans tersebut. Polisi juga telah memeriksa korban dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Betul kami sudah terima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan korban seorang sopir ambulans,” kata Iwan saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).

Saat ini, identitas terduga pelaku disebut sudah dikantongi penyidik. Pihak kepolisian juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga pelaku untuk menghadirkannya dalam pemeriksaan.

Sudah ada komunikasi dengan keluarga (terduga pelaku), dia ketakutan karena sudah viral. Keluarga siap kooperatif untuk menghadirkannya. Motifnya nanti setelah terlapor diperiksa,” ujarnya.

Baca Juga :  Retakan Tanah Meluas, Kutawaringin Rawan Longsor

Kasus sopir ambulans dipukuli ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran pengguna jalan dalam memberi prioritas kepada kendaraan darurat. Aparat berharap proses hukum berjalan objektif agar memberi rasa keadilan bagi korban.