Beritanda.com – Suasana megah acara kerajaan Inggris mendadak berubah duka setelah seorang prajurit pengawal Raja Charles III meninggal dunia sesaat usai tampil dalam parade militer berkuda, Jumat malam, 15 Mei 2026. Insiden tragis itu terjadi tak lama setelah pertunjukan selesai di hadapan ribuan penonton, termasuk Raja Charles III dan anggota keluarga kerajaan.
Prajurit tersebut sempat mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis di lokasi. Namun luka serius yang dialaminya membuat nyawanya tidak tertolong.
Kematian mendadak ini langsung memicu penyelidikan gabungan oleh kepolisian Thames Valley, Kementerian Pertahanan Inggris, dan tim investigasi kecelakaan militer untuk mengungkap penyebab pasti insiden.
“Dengan sangat menyesal kami mengumumkan bahwa seorang anggota pasukan meninggal dunia pada Jumat 15 Mei setelah insiden tragis ini. Keluarga telah diberi tahu, dan pikiran kami bersama mereka di masa sulit ini,” demikian pernyataan resmi Angkatan Darat Inggris.
Hingga kini identitas korban belum dirilis demi menghormati privasi keluarga.
Raja Charles Baru Mengetahui Situasi Setelah Acara Berakhir
Istana Buckingham mengonfirmasi Raja Charles III berada di arena saat insiden terjadi. Namun tingkat keparahan situasi baru diketahui beberapa saat kemudian setelah acara selesai.
“Raja sangat terkejut dan sedih ketika mengetahui kabar duka tersebut dan akan menyampaikan belasungkawa secara pribadi kepada keluarga korban,” kata juru bicara Istana Buckingham.
Fakta ini memperlihatkan ketatnya prosedur pengamanan kerajaan, di mana informasi sensitif kerap ditahan sementara agar tidak mengganggu jalannya acara resmi.
Meski insiden maut terjadi, agenda pertunjukan kerajaan tetap dilanjutkan keesokan harinya. Hanya saja penampilan pasukan berkuda elite tersebut dibatalkan sebagai bentuk penghormatan.
Di Balik Kemegahan Parade, Ada Risiko Tinggi
Prajurit yang meninggal merupakan bagian dari unit elite artileri berkuda Inggris yang bertugas dalam seremoni kenegaraan, termasuk penghormatan militer untuk keluarga kerajaan.
Pasukan ini dikenal luas karena perannya membawa peti jenazah Ratu Elizabeth II pada prosesi pemakaman kenegaraan tahun 2022.
Setiap atraksi mereka menuntut koordinasi presisi tinggi antara prajurit, enam ekor kuda, dan meriam seremonial warisan Perang Dunia I yang beratnya mencapai ratusan kilogram.
Yang menarik perhatian penyidik, seekor kuda yang sempat terjatuh sebelum insiden dinyatakan selamat tanpa cedera.
Hal itu memunculkan pertanyaan teknis mengenai bagaimana kecelakaan bisa berujung fatal bagi penunggangnya, sementara hewan yang terlibat tetap dalam kondisi baik.
Polisi menyebut kematian ini sebagai unexplained death atau kematian yang belum dapat dijelaskan. Namun hingga tahap awal investigasi, tidak ditemukan indikasi unsur mencurigakan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa di balik parade kerajaan yang tampak sempurna, para prajurit menjalankan tugas dengan risiko nyata yang jarang terlihat publik.
