Bandung, Beritanda.com – Di tengah ketidakpastian, Pemkot Bandung akhirnya bergerak. Bantuan uang kadeudeuh dibagikan kepada pekerja kebun binatang yang sudah dua bulan belum digaji—cukupkah untuk bertahan jelang Lebaran?
Pemkot Bandung Salurkan Uang “Kadeudeuh” di Tengah Krisis Pekerja
Langkah ini datang di saat yang paling genting. Pada 20 Maret 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung menyerahkan bantuan.
Bukan gaji. Bukan THR. Tapi uang kadeudeuh—istilah Sunda yang berarti “kasih sayang”.
Sebanyak 122 pekerja menerima bantuan ini setelah berbulan-bulan hidup tanpa kepastian pendapatan.
“Hari ini Baznas memberikan bantuan sebagai bentuk kadeudeuh kepada para pekerja. Tidak banyak memang,” — ujar Muhammad Farhan.
Kalimat itu sederhana. Tapi realitanya? Jauh lebih kompleks.
Kenapa Bantuan Ini Diberikan?
Masalah bermula sejak penutupan operasional Kebun Binatang Bandung pada 3 Februari 2026.
Penyebabnya bukan sepele:
- Izin lembaga konservasi dicabut pemerintah pusat
- Belum ada pengelola baru yang ditunjuk
- Proses administrasi masih berjalan
Akibatnya, roda operasional berhenti. Tapi satu hal tidak ikut berhenti: tanggung jawab merawat satwa.
Pekerja Tetap Bekerja, Meski Tanpa Gaji
Di balik gerbang yang tertutup, ada realita yang jarang terlihat.
Para pekerja tetap datang setiap hari. Memberi makan. Membersihkan kandang. Memastikan kesehatan satwa.
Jumlahnya tidak sedikit:
- 711 satwa masih dirawat
- Termasuk bayi-bayi satwa yang lahir selama penutupan
Namun ironisnya:
- Gaji sejak Februari: belum dibayar
- THR Lebaran: tidak ada
Salah satu pekerja bahkan menggambarkan situasi ini dengan jujur:
“Lebaran kali ini rasanya jauh berbeda… hanya ada uang kadeudeuh,”
Kalimat itu mungkin pendek. Tapi berat.
Peran Baznas dan Janji Pemkot Bandung
Bantuan ini tidak datang dari APBD langsung. Penyalur utamanya adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), bekerja sama dengan Pemkot Bandung.
Sementara itu, pemerintah kota memberikan sinyal:
- Gaji kemungkinan cair April 2026
- Menunggu kesepakatan administrasi selesai
Artinya? Masih ada jeda. Masih ada waktu tunggu.
Dan bagi pekerja, waktu tunggu itu berarti satu hal: bertahan.
Lebaran Tanpa Kebun Binatang
Biasanya, momen Lebaran jadi puncak kunjungan wisata.
Tapi tahun ini berbeda.
“Dengan sangat terpaksa, Kebun Binatang Bandung tidak menerima pengunjung selama libur Lebaran,” — kata Farhan.
Bukan karena sepi peminat. Tapi karena izin operasional belum kembali.
- Bagi warga, ini kehilangan destinasi.
- Bagi pekerja, ini kehilangan peluang penghasilan tambahan.
Apa Selanjutnya?
Pemkot Bandung menargetkan:
- Akhir April 2026 → Pengelola baru ditetapkan
- Mei 2026 → Operasional mulai berjalan kembali
Namun ada syarat penting:
- Pekerja lama harus tetap dipertahankan
- Nilai budaya dan tradisi tetap dijaga
Harapannya jelas: kebun binatang kembali hidup—tanpa meninggalkan mereka yang selama ini menjaganya.
Di titik ini, uang kadeudeuh mungkin bukan solusi akhir.
Tapi setidaknya, ia jadi tanda bahwa di tengah birokrasi dan krisis, masih ada ruang untuk empati.
Dan kadang, itu yang paling dibutuhkan.
