Home » News » Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Sopir Ditahan Polisi
kecelakaan bus cahaya trans di tol krapyak semarangkecelakaan bus cahaya trans di tol krapyak semarang

beritanda.com – Sopir Bus Cahaya Trans yang terlibat dalam kecelakaan maut di Exit Tol Krapyak,telah di amankan oleh pihak kepolisian Kota Semarang, pada Senin (22/12/2015). Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 28 penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Proses penyelidikan pun masih terus dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Sopir bus yang hanya mengalami luka ringan kini telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Pemeriksaan Sopir

Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Kapolda Jawa Tengah, menyampaikan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan. Selain itu, sopir bus juga telah diamankan dan diperiksa oleh petugas.

Kecelakaan bus yang mengakibatkan korban 16 meninggal dunia kemudian 8 luka. Ini menjadi keprihatinan kita semua. Setelah kita cek ternyata driver bus tersebut adalah driver cadangan,” ujar Irjen Ribut Hari Wibowo.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Mudik Gratis 2026 Jateng, Daftar dan Jadwal

Bus Cahaya Trans membawa 34 penumpang dan tengah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Namun, perjalanan tersebut harus berakhir tragis saat bus keluar di Exit Tol Krapyak, Semarang.

Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal
Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

Kesaksian Penumpang Selamat Ungkap Detik-detik Kejadian

Bus Melaju Kencang di Jalur Menurun

Salah satu penumpang selamat, Sutiadi Sartono, mengungkapkan suasana sebelum kecelakaan terjadi. Saat ini, ia menjalani rawat jalan di RSUD dr. Adhyatma (Tugu) Semarang.

Sopir sama sekali tidak mengurangi kecepatan. Bus melaju kencang padahal jalannya menurun dan menikung. Kami semua panik sebelum akhirnya benturan keras itu terjadi,” ungkap Sutiadi.

Pihak RSUD dr. Adhyatma Semarang menerima 10 korban, dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kemungkinan human error atau kegagalan sistem pengereman sebagai penyebab kecelakaan.

Baca Juga :  Tuntutan Warga Terkabul, Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK