Sajid dan Navid AkramAyah dan Anak pelaku penambakan di Bondi Beach, Naveed Akram (kiri) dan Sajid Akram (kanan) - (Istimewa/Sky News via New York Pos)

Beritanda.com – Identitas pelaku penembakan massal di Bondi Beach, Sydney, Australia, akhirnya terungkap. Polisi memastikan dua penyerang merupakan ayah dan anak, yakni Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24). Aksi yang terjadi saat perayaan Hanukkah itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan mengguncang publik Australia.

Penembakan Bondi Beach

Penembakan terjadi di Pantai Bondi ketika ribuan warga Yahudi berkumpul merayakan festival Hanukkah. Aparat menyebut Sajid Akram pelaku utama tewas di lokasi setelah baku tembak dengan polisi.

Sementara itu, Naveed Akram ditangkap di tempat kejadian dalam kondisi luka tembak serius dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan pengawasan ketat.

Komisaris Kepolisian New South Wales Mal Lanyon menegaskan pihaknya tidak memburu pelaku lain.

Saya dapat mengatakan bahwa kami tidak sedang mencari pelaku lain,” kata Lanyon.

Baca Juga :  Serangan Teror di Bondi Beach Tewaskan 11 Orang

Sebelum kejadian, Sajid dan Naveed sempat berpamitan kepada keluarga dengan alasan akan memancing ke pantai selatan Australia untuk menghabiskan akhir pekan.

Siapa Sajid dan Naveed Akram ?

Sajid Akram diketahui merupakan pemilik toko buah di kawasan Sydney Barat. Berdasarkan keterangan resmi pihak berwenang, keluarga Akram memiliki enam senjata api yang seluruhnya terdaftar secara legal.

Australia sendiri memiliki regulasi senjata yang sangat ketat sejak tragedi Port Arthur pada 1996. Kepemilikan senjata api diawasi ketat dan senapan semi-otomatis dilarang.

Naveed Akram sebelumnya bekerja sebagai tukang batu, namun diberhentikan sekitar dua bulan lalu setelah perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Sang ibu, Verena, menyebut Naveed sebagai pribadi tertutup dan tidak agresif.

Hobinya memancing, menyelam, berenang, dan olahraga,” ujar Verena.

Verena mengaku terakhir kali berbicara dengan Naveed pada Minggu pagi, beberapa jam sebelum tragedi terjadi.

Baca Juga :  Kunjungan Perdana Menteri Australia, 8 Jalan Jakarta Ditutup

Dia menelepon saya dan bilang, ‘Bu, saya baru berenang. Saya menyelam. Kami akan makan sekarang, dan karena hari ini sangat panas, kami akan di rumah saja’,” tuturnya.

Ia juga mengaku sulit mengenali wajah putranya dari foto-foto di lokasi kejadian, serta meyakini Naveed bukan sosok pelaku kekerasan.

Dia tidak punya senjata. Dia bahkan jarang keluar rumah. Dia tidak mabuk, tidak merokok, tidak pernah pergi ke tempat-tempat buruk. Dia hanya pergi bekerja, pulang, dan berolahraga,” ucap Verena.

Siapa pun pasti ingin punya anak seperti dia… Dia anak yang baik.

Polisi masih berjaga di sekitar rumah keluarga Akram di Bonnyrigg, Sydney Barat, dan warga dilarang mendekati lokasi.

Penembakan Bondi Beach menewaskan korban berusia antara 10 hingga 87 tahun. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut insiden ini sebagai aksi teror yang mengejutkan dan menyedihkan.

Baca Juga :  Versi Trump soal Alex Pretti Dipatahkan Rekaman Video

Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri hari ini sebagai penghormatan kepada semua yang telah meninggal dan semua yang terluka,” kata Albanese.tanda duka nasional.