Home » News » Koperasi Merah Putih di Kukar Didorong Pangkas Rantai Distribusi Pangan
Koperasi Merah Putih KukarBupati Kukar Aulia Rahman Basri : Koperasi Merah Putih di Kukar Didorong Pangkas Rantai Distribusi Pangan

Beritanda – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mengarahkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih untuk memperpendek rantai distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar harga barang lebih terjangkau dan daya beli warga tetap terjaga.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, keberadaan Koperasi Merah Putih tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah.

Keberadaan Koperasi Merah Putih juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Aulia di Tenggarong, Senin.

Dalam konteks tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat distribusi kebutuhan dasar sekaligus penggerak ekonomi lokal di tingkat desa dan kelurahan.

Koperasi Merah Putih di Kukar Telah Tersebar di 20 Kecamatan

Saat ini jumlah Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 237 unit yang tersebar di 20 kecamatan.

Jumlah tersebut terdiri atas 193 koperasi desa dan 44 koperasi kelurahan. Pemerintah daerah menyebut seluruh koperasi telah memiliki akta notaris dan berbadan hukum.

Secara faktual, persebaran koperasi terbanyak berada di Kecamatan Tenggarong dengan 24 unit koperasi.

Selain itu, Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki 21 koperasi, Muara Kaman 19 koperasi, Sebulu 18 koperasi, serta Kota Bangun sebanyak 17 koperasi.

Di sisi lain, Kecamatan Muara Badak tercatat memiliki 16 koperasi, Loa Kulu 16 koperasi, Anggana 15 koperasi, dan Loa Janan sebanyak 14 koperasi.

Yang jadi sorotan, pemerintah daerah memastikan seluruh desa dan kelurahan di Kukar telah menyelesaikan pembentukan koperasi secara administratif.

Koperasi Merah Putih Disebut Mendukung Ekonomi Desa

Aulia Rahman Basri mengaku bersyukur karena seluruh koperasi di Kukar telah memiliki legalitas resmi, termasuk Koperasi Merah Putih Loa Lepu di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Koperasi tersebut sebelumnya ikut diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran nasional 1.061 koperasi secara serentak dari Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Aulia, peluncuran koperasi menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Dalam praktiknya, koperasi tidak hanya diarahkan untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat, tetapi juga membangun sistem ekonomi desa yang lebih terintegrasi.

Konsep Kopdeskel Merah Putih mengusung semangat ekonomi progresif,” kata Aulia.

Pemerintah Kukar Dorong Digitalisasi dan Penguatan Manajemen Koperasi

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga menyiapkan penguatan kelembagaan koperasi melalui pembinaan manajemen usaha dan digitalisasi layanan.

Langkah tersebut dilakukan agar koperasi mampu berkembang sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Tak hanya itu, penguatan manajemen dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha koperasi di tengah persaingan distribusi pangan dan perdagangan modern.

Dalam perkembangan selanjutnya, koperasi diharapkan menjadi penyuplai bahan pokok utama bagi masyarakat sekitar melalui sistem distribusi yang lebih singkat.

Yang patut dicatat, pemerintah daerah optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa dalam jangka panjang.

Secara garis besar, pengembangan Koperasi Merah Putih di Kutai Kartanegara diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang saling terhubung mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran kebutuhan masyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News