Home » News » Daerah » Hydrant Diduga Tak Berfungsi Saat Kebakaran RSUD Dr Soetomo, 1 Pasien Meninggal
Damkar di RSUD Dr Soetomo SurabayaPemadam kebakaran berusaha memadamkan api di RSUD Dr Soetomo Surabaya

Beritanda.com – Kebakaran melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Insiden di rumah sakit rujukan terbesar Jawa Timur itu menewaskan satu pasien dan memicu evakuasi puluhan pasien lain, termasuk pasien kritis yang masih terhubung alat bantu hidup.

Di tengah proses pemadaman, muncul temuan yang menjadi sorotan serius. Dua titik hydrant internal rumah sakit dilaporkan tidak menyala dan dalam kondisi kering saat hendak digunakan petugas. Temuan ini berpotensi membuka pertanyaan besar mengenai kesiapan sistem proteksi kebakaran di fasilitas layanan kesehatan vital.

Asap hitam pekat pertama kali terlihat keluar dari ventilasi lantai lima Gedung PPJT sekitar pukul 06.30 WIB. Tiga menit kemudian, BPBD Surabaya menerima laporan kebakaran dan unit pemadam langsung diterjunkan ke lokasi.

“Unit tempur dari Pos Menur tiba pukul 06.38 WIB dan langsung melakukan pemadaman,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, Rokhim.

Pasien ICU Dievakuasi Saat Asap Menyelimuti Gedung

Gedung PPJT merupakan fasilitas enam lantai khusus layanan jantung yang berada tepat di samping Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo.

Saat kebakaran terjadi, asap dilaporkan menyebar hingga ke lantai atas. Kondisi paling rumit terjadi di ruang ICU lantai enam karena sejumlah pasien masih bergantung pada ventilator dan alat medis penunjang hidup.

Koordinator Evakuasi Pasien, Rizal, mengatakan proses pemindahan pasien harus dilakukan sangat hati-hati karena asap sudah cukup pekat.

“Asap sudah sangat pekat sampai ke lantai 6, sementara ada pasien yang masih menggunakan alat medis lengkap sehingga proses evakuasi harus dilakukan sangat hati-hati,” jelasnya.

BPBD Surabaya mencatat total 37 pasien dievakuasi dari seluruh lantai gedung.

Data EvakuasiJumlah
Total pasien dievakuasi37 orang
Pasien meninggal dunia1 orang
Lokasi korban meninggalLantai 6 PPJT
Asal korbanCepu, Blora, Jawa Tengah

Korban meninggal diketahui berinisial S (46), warga Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Keseluruhan pasien saat ini dipindahkan ke ruang ROI 2 lantai 3 dan sebagian di ruang IGD dan ruang resusitasi. Dan 1 pasien dari lantai 6 dinyatakan meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Darlog BPBD Surabaya, Linda Novanti.

Pihak RS Bantah Korban Meninggal Akibat Asap

Pihak RSUD Dr Soetomo menegaskan pasien yang meninggal bukan akibat paparan asap kebakaran.

Direktur RSUD Dr Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menjelaskan kondisi pasien sebelumnya memang sudah kritis dengan dukungan alat pada beberapa organ vital.

“Meninggal karena penyakit. Karena memang tadi kondisi sudah ter-support oleh tiga organ sudah ter-support, yaitu paru-paru, jantung dan ginjal,” ujarnya.

Ia juga menyatakan pasien saat itu sedang dalam proses menuju tindakan cuci darah dan seluruh organ vital korban telah mendapat bantuan mesin medis.

Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya
Kepulan asap tebal dari RSUD dr Soetomo di Surabaya

Hydrant Kering Jadi Temuan Penting

Selain dugaan korsleting listrik sebagai penyebab awal kebakaran, perhatian juga tertuju pada sistem proteksi internal gedung rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, dua titik hydrant di area RSUD Dr Soetomo disebut tidak mengeluarkan air saat hendak dipakai untuk proses pemadaman awal.

Petugas kemudian mengandalkan armada pemadam eksternal dan blower untuk mengeluarkan asap dari dalam gedung.

Sebanyak 13 kendaraan pemadam dan lima unit rescue diterjunkan ke lokasi. Unit tangga Bronto Skylift juga digunakan untuk menjangkau bagian atas gedung.

“Api pokok padam pukul 07.35 WIB, pembasahan selesai 09.58 WIB,” ujar Rokhim.

Meski api berhasil dikendalikan relatif cepat, temuan hydrant yang tidak berfungsi menjadi isu krusial karena gedung PPJT termasuk fasilitas dengan risiko tinggi. Gedung ini menangani pasien jantung, ICU, hingga pasien yang bergantung penuh pada listrik dan alat bantu hidup.

Dalam situasi seperti itu, keterlambatan pemadaman beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko korban maupun gangguan layanan medis.

Dugaan Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Pemadam kebakaran menyebut sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai lima gedung.

Namun terdapat sedikit perbedaan keterangan mengenai titik awal kebakaran. Sebagian petugas menyebut api berasal dari ruang farmasi, sementara keterangan lain menyebut area ruang bedah jantung dan ruang dokter.

“Penyebab kebakaran dipastikan dari korsleting listrik kabel lemari es di ruang farmasi,” terang Rokhim.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mengecek kondisi sistem keamanan gedung, termasuk fungsi hydrant dan sarana proteksi kebakaran lainnya.

Insiden ini juga diperkirakan akan memicu evaluasi lebih luas terhadap standar keselamatan rumah sakit rujukan di Indonesia, terutama fasilitas layanan intensif yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap listrik dan sistem evakuasi darurat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News