Beritanda.com – Kecelakaan pesawat Rusia bikin heboh dunia penerbangan. Sebuah pesawat Antonov AN-22, pesawat angkut militer peninggalan Soviet, kabarnya hancur saat sedang diuji coba terbang di daerah Ivanovo dan semua yang ada di dalamnya tewas.
AN-22 Jatuh Usai Perawatan Saat Uji Terbang
Sebuah Antonov AN-22 milik Angkatan Udara Rusia dilaporkan terjatuh di kawasan Ivanovo, jaraknya sekitar 125 mil dari Moskow. Menurut berbagai kabar dari luar negeri, pesawat itu sedang menjalani tes terbang setelah selesai menjalani perbaikan rutin.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pesawat itu jatuh di tempat yang tidak ada penduduknya, jadi tidak ada korban lagi di darat.
Kantor berita Tass yang dikutip AFP memberitakan ada tujuh orang di dalam pesawat. Nama awak dan nomor registrasi pesawatnya belum dibuka untuk umum. Berita awal menunjukkan pesawat itu tadinya mengarah ke area kosong sebelum akhirnya hilang kendali.
Pecahan Pesawat Ditemukan di Waduk Furmanovsky
Media di Rusia melaporkan bahwa pesawat besar itu menabrak sebuah waduk di Distrik Furmanovsky. Tim SAR baru menemukan potongan badan pesawat yang hancur, makanya proses mengenali korban masih terus berjalan.
Menurut Aviation Safety Network, semua korban terdiri dari lima awak dan dua penumpang. Kondisi pesawat yang sudah sangat tua membuat proses evakuasi makin sulit, apalagi tempat jatuhnya ada di daerah air dan tanah berlumpur.
Ketergantungan Rusia pada Teknologi Zaman Soviet
Antonov AN-22 Antei ini bukan pesawat baru. Pesawat ini dirancang di Kyiv pada tahun 1960an dan merupakan pesawat angkut turboprop terbesar sedunia. Total hanya 68 unit yang pernah dibuat, dan diperkirakan hanya tiga yang masih dipakai sebelum kecelakaan ini terjadi.
Pada tahun 2024, Jenderal Vladimir Venediktov sempat bilang bahwa pesawat AN-22 kemungkinan besar akan segera dipensiunkan. Tapi, karena perang yang terus berkepanjangan, Rusia masih harus mengandalkan teknologi dari zaman Soviet.
Laporan dari Aerospace Global News menggambarkan bahwa kurangnya perlengkapan canggih di garis depan memaksa Kremlin untuk memakai lagi pesawat tua yang seharusnya sudah diganti pesawat model baru.
Insiden jatuhnya pesawat Rusia ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan pesawat berumur puluhan tahun yang masih terus dipaksa beroperasi. ***
