beritanda.com – Abdul Somad menghadiri kegiatan Itera Bersholawat di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan bertema Nilai Ramadan untuk Insan Itera Berdampak itu diikuti ribuan mahasiswa dan sivitas akademika di Gedung Kuliah Umum 2 Itera. Acara ini menjadi pembekalan spiritual menjelang Ramadan, sekaligus menegaskan komitmen Itera dalam penguatan nilai keimanan.
Pembekalan Ramadan untuk Sivitas Itera
Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan kampus teknologi tetap menempatkan pembinaan rohani sebagai bagian penting pendidikan. Ia menegaskan kehadiran Abdul Somad menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa.
“Itera sangat bersyukur bisa menghadirkan UAS. Meski kampus ini berbasis pengembangan teknologi, Itera terus berkomitmen membina keimanan dan rohani sivitas akademika,” ujar rektor.
Mengawali kegiatan, rektor memasangkan rompi secara simbolis kepada Abdul Somad sebagai bentuk penghormatan. Momentum itu berlangsung di hadapan ribuan peserta yang memadati ruangan.
Dalam ceramahnya, Abdul Somad menekankan tiga pesan utama Ramadan. Pertama, tekad. Ia menyebut niat menjadi fondasi dalam setiap langkah, termasuk menuntut ilmu.
“Tentukan niatmu, insya Allah, Allah akan menolong,” katanya.
Tiga Pesan Ramadan: Tekad, Integritas, Empati
Pesan kedua adalah integritas. Ia menjelaskan Ramadan melatih kejujuran dan konsistensi, bahkan saat tidak diawasi. Artinya, kesatuan hati, pikiran, dan ucapan harus dijaga.
Pesan ketiga menyentuh empati. Mahasiswa diajak merasakan kondisi masyarakat yang kekurangan melalui puasa. Dampaknya, ilmu tidak menjauhkan dari realitas sosial.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak merundung dan menjaga sikap.
“Tentukan arah kapal kalian akan bersandar, jaga integritas, dan rasakan apa yang orang lain rasakan. Jangan merundung karena nasib orang tidak ada yang tahu. Jangan sombong, karena rumput yang kau injak hari ini kelak akan tumbuh di atas kubur,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Somad mengapresiasi Itera yang dinilai menyeimbangkan pengembangan teknologi dan nilai keimanan.
“Itera didirikan untuk membangkitkan teknologi di wilayah Sumatera. Itera sangat tepat menjadi tempat melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan turut diramaikan UKM Seni Religi Itera dengan penampilan Mahallul Qiyam. Di sisi lain, pengamanan melibatkan 130 personel untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib.
Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K., menegaskan komitmen pengamanan.
“Kami menerjunkan 130 personel untuk melaksanakan pengamanan secara maksimal, baik terbuka maupun tertutup. Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Metro dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan. Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tegas Kapolres.
