beritanda.com – Kamis (22/1/2026), gangguan jaringan internet IndiHome dan Telkom menjadi perhatian luas pengguna. Laporan soal internet mati meningkat tajam sejak siang hari, terutama di kota-kota besar. Berdasarkan pemantauan Downdetector, lonjakan laporan gangguan mulai terlihat jelas sekitar pukul 12.38 WIB dengan total 4.324 laporan, menandai kondisi jaringan berada di status “merah” atau down. Singkatnya, akses internet rumah dan layanan dalam ekosistem TelkomGroup mengalami kelumpuhan berskala nasional.
Lonjakan Laporan Gangguan Terpantau Sejak Siang
Secara faktual, grafik Downdetector dalam 24 jam terakhir menunjukkan tren kenaikan signifikan. Dalam pembacaan sementara, gangguan ini tidak bersifat lokal. Di lapangan, pengguna dari berbagai wilayah melaporkan koneksi terputus total, halaman tidak bisa dimuat, hingga perangkat tidak mendapatkan sinyal internet sama sekali. Yang jadi sorotan, hingga awal gangguan meluas, belum ada penjelasan resmi dari Telkom.

Putusnya Kabel Backbone Jadi Pemicu Utama Internet Mati
Mengacu pada penelusuran teknis, TelkomGroup menjelaskan gangguan disebabkan oleh putusnya kabel fiber optik backbone atau backhaul. Artinya, jalur utama distribusi data tidak dapat berfungsi. Dalam praktiknya, kabel backbone bisa terputus akibat proyek galian jalan, vandalisme, atau kecelakaan lalu lintas yang merusak tiang distribusi. Tak hanya itu, lonjakan trafik di beberapa wilayah ikut memperparah kondisi jaringan yang sudah terganggu.
H2: Sebaran Wilayah Terdampak Meluas
Dalam realitas di lapangan, gangguan IndiHome dirasakan hampir merata. Jakarta dan sekitarnya terdampak, diikuti Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, dan Bekasi. Di sisi lain, Jawa Tengah dan Jawa Timur—termasuk Semarang, Solo, Surabaya, hingga Malang—juga melaporkan kondisi serupa. Tak berhenti di situ, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta sejumlah wilayah Sumatra seperti Medan, Aceh, Padang, dan Palembang ikut merasakan imbasnya.
Dampak Langsung ke Aktivitas Digital
Dampaknya terasa luas. Akibatnya, aktivitas kerja jarak jauh, pembelajaran online, hingga transaksi digital terganggu. Layanan Telkomsel pun ikut terdampak karena berada dalam satu ekosistem jaringan TelkomGroup. Efek langsungnya, banyak pengguna tidak dapat mengakses layanan berbasis internet selama beberapa jam.
Proses Pemulihan Bertahap
Gangguan mulai dirasakan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Tim teknis TelkomGroup turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan. Pada praktiknya, layanan mulai kembali normal secara bertahap di perkirakan sekitar pukul 16.00 WIB. Gangguan backbone menjadi faktor krusial di balik matinya internet IndiHome dan Telkom pada hari tersebut.
