Home » News » Nasional » Tito Lupa Sebut Nama, Purbaya Balas Candaan soal Dana Bencana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa - dok. Kemenkeu | Leonardus Oscar

Beritanda.com – Saat rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh disiarkan langsung, suasana mendadak berubah ringan ketika Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melontarkan candaan karena lupa menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai tim pengarah.

Rapat yang berlangsung Sabtu, 10 Januari 2026 itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di tengah pemaparan, Tito tiba-tiba menghentikan penjelasan dan menyebut ada satu nama yang terlewat dari daftar tim pengarah penanganan bencana.

Guyonan Tito karena Lupa Sebut Purbaya

Ada yang terlewat tim pengarah. Selain Menko, Panglima TNI, Kapolri, juga disitu ada Bapak Purbaya. Saya lupa nyampaikan,” kata Tito dalam rapat yang disiarkan melalui TVR Parlemen.

Candaan kemudian mengalir. Tito menyebut dirinya bisa “kualat” jika sampai melupakan bendahara negara dalam forum sepenting itu.

Baca Juga :  Endipat Wijaya, Anggota DPR yang Soroti Donasi 10M

Kualat ini, kalau nggak nanti. Karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek kita mau rapat sampai malam juga, percuma juga kita nanti. Nggak ada pitinya (uangnya),” seloroh Tito yang langsung mencairkan suasana.

Respons Santai Purbaya soal Dana Bencana

Purbaya menanggapi candaan tersebut dengan nada ringan. Ia menyebut dirinya bukan akan ngambek karena namanya tak disebut, melainkan karena dana yang sudah disiapkan tidak digunakan.

Oke, Pak, jadi saya mesti balas. Kalau nggak disebut nama, ngambek. Saya ngambek kalau uangnya sudah disediain pakai utang, nggak dipakai juga,” kata Purbaya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dana yang terkumpul berasal dari kerja keras pengelolaan pajak dan bea cukai. Menurutnya, akan terasa sia-sia jika dana tersebut tidak dimanfaatkan untuk membantu korban bencana.

Jadi saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, bea cukai ditumpuk di sana, nggak dipakai. Padahal di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak,” ujarnya.

Baca Juga :  Laporan Terdampak Bencana Sumatera, Jumlah Korban Meninggal dan Hilang

Rapat Koordinasi dan Penekanan Pemanfaatan Anggaran

Rapat koordinasi tersebut membahas langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh serta wilayah lain yang terdampak banjir. Forum ini menjadi wadah sinkronisasi antar kementerian dan lembaga.

Meski diwarnai candaan, pernyataan Purbaya menegaskan pentingnya penggunaan anggaran secara optimal. Ia menekankan bahwa dana yang telah dikumpulkan negara seharusnya benar-benar dipakai untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.