Home » Ragam » 7 Penyebab Pengeluaran Lebaran Bengkak yang Jarang Disadari Banyak Orang
Ilustrasi Pengeluaran Lebaran BengkakIlustrasi Pengeluaran Lebaran Bengkak

Beritanda.com – Setiap tahun cerita yang sama terulang: uang terasa cukup sebelum Lebaran, tapi setelahnya dompet mendadak “kering”. Lalu apa sebenarnya penyebab pengeluaran Lebaran bengkak yang sering tidak disadari masyarakat?

Berdasarkan data konsumsi rumah tangga dan survei perilaku konsumen, pengeluaran selama Ramadan hingga Lebaran bisa melonjak 20–50 persen dibanding bulan biasa. Anehnya, banyak orang merasa tidak membeli terlalu banyak.

7 Penyebab Pengeluaran Lebaran Bengkak yang Sering Tidak Disadari

Fenomena pengeluaran Lebaran bengkak sebenarnya bukan hanya soal harga mahal. Ada kombinasi tekanan sosial, psikologi belanja, hingga faktor ekonomi yang bekerja bersamaan dalam waktu singkat.

Berikut tujuh penyebab yang paling sering terjadi.

1. Tekanan Sosial & Tradisi Lebaran

Lebaran datang dengan “paket kewajiban” yang tidak tertulis. Mulai dari zakat fitrah, baju baru, hampers keluarga, hingga salam tempel untuk anak-anak.

Menurut survei Bank Indonesia, sekitar 80% keluarga kelas menengah masih menganggap pakaian baru sebagai kebutuhan wajib saat Lebaran.

Masalahnya sederhana: semua pengeluaran itu terjadi dalam satu waktu. Akibatnya, total belanja langsung melonjak.

2. Biaya Mudik yang Terus Naik

Mudik adalah tradisi yang sulit dilepaskan. Tapi biayanya makin berat. Rata-rata keluarga diperkirakan mengeluarkan:

  • Rp3–5 juta untuk mudik 2025
  • Tahun sebelumnya sekitar Rp2,5–4 juta

Artinya ada kenaikan sekitar 20–30 persen hanya dalam setahun. Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, pos ini sering menjadi penyumbang terbesar pengeluaran Lebaran bengkak.

3. Ilusi “Uang THR Terasa Banyak

THR sering terasa seperti “bonus besar” yang bebas dipakai. Padahal secara psikologi, fenomena ini disebut mental accounting—orang cenderung lebih mudah menghabiskan uang yang dianggap bonus.

Data survei menunjukkan:

  • 70% pekerja menggunakan THR untuk belanja
  • Hanya sekitar 31% yang mengalokasikan untuk investasi

Akibatnya, uang THR habis jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Ilustrasi THR
Ilustrasi THR

4. Harga Pangan Selalu Naik Saat Ramadan

Menjelang Lebaran, harga bahan pokok hampir selalu ikut naik. Beberapa komoditas yang sering memicu inflasi antara lain:

  • Cabai rawit
  • Daging ayam ras
  • Minyak goreng kemasan
  • Gula pasir

Bahkan setelah penghapusan subsidi pada 2023, harga gula pernah melonjak hingga 22 persen. Ketika bahan makanan naik, biaya menjamu tamu pun ikut membengkak.

Harga Cabai Lebaran 2026
Harga Cabai Lebaran biasanya akan naik

5. FOMO Promo Ramadan

Promo Ramadan dan flash sale e-commerce sering terlihat terlalu menarik untuk dilewatkan. Masalahnya, banyak orang membeli karena takut ketinggalan diskon, bukan karena benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Beberapa platform e-commerce bahkan melaporkan peningkatan penjualan pakaian muslim hingga 35 persen saat Ramadan. Diskon memang terasa hemat, tapi jika tidak direncanakan justru menjadi sumber pengeluaran Lebaran bengkak.

6. Paylater dan Pinjaman Online

Kemudahan kredit digital membuat belanja terasa lebih ringan—di awal. Namun data menunjukkan penggunaan pinjaman online untuk kebutuhan Lebaran meningkat sekitar 40 persen sejak 2022.

Lebih mengkhawatirkan lagi:

  • sekitar 30% peminjam berisiko gagal bayar setelah Lebaran

Banyak orang akhirnya menggunakan THR bukan untuk kebutuhan, tetapi untuk menutup utang belanja sebelumnya.

7. Tidak Ada Anggaran Belanja

Ini mungkin penyebab paling sederhana—dan paling sering terjadi. Banyak orang memasuki Ramadan tanpa rencana keuangan jelas.

Polanya biasanya sama:

  • Lihat barang → merasa butuh → langsung beli.

Tanpa batas pengeluaran per kategori, tidak ada “rem” yang mengontrol belanja.

Financial planner Rista Zwestika CFP pernah mengingatkan:

“Yang bikin boncos bukan kebutuhan, tapi gengsi yang disamarkan sebagai tradisi.” — ujar Rista.

Karena itu ia menyarankan prinsip 3T Lebaran:

  1. Tanya – Apakah ini benar-benar kebutuhan?
  2. Tahan – Tunda pembelian minimal 24 jam
  3. Tentukan – Prioritaskan yang paling penting

Sederhana, tapi sering dilupakan.

Pada akhirnya, penyebab pengeluaran Lebaran bengkak bukan hanya soal harga yang naik. Kombinasi tradisi, psikologi belanja, dan kurangnya perencanaan sering membuat dompet terkuras tanpa terasa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News