Surabaya, Beritanda.com – Boyband asal Irlandia, Westlife, membuktikan konsistensi kualitas vokal mereka dalam konser “Westlife: A Gala Evening” di Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Minggu (8/2/2026) malam. Di hadapan ribuan penggemar, Shane Filan, Kian Egan, dan Nicky Byrne menampilkan harmonisasi matang setelah lebih dari dua dekade berkarier. Penampilan ini sekaligus menjawab keraguan publik terhadap performa Westlife di usia perjalanan musik mereka saat ini.
Westlife Tampil Solid di Usia Karier Panjang
Konser Westlife di Surabaya menjadi bukti nyata bahwa usia karier tidak menggerus kualitas musikalitas grup yang terbentuk sejak 1998 ini. Dengan format “Gala Evening” yang lebih intim, setiap detail vokal terdengar jelas tanpa tertutup gemuruh penonton.
Shane Filan tampil sebagai pusat perhatian dengan kontrol vokal yang stabil sepanjang pertunjukan. Transisi nada tinggi dan rendah dieksekusi dengan presisi, menunjukkan kematangan teknik yang terasah selama bertahun-tahun.
Harmonisasi antara Shane, Nicky Byrne, dan Kian Egan juga terdengar solid. Tidak tampak celah dalam pembagian suara, bahkan pada bagian-bagian lagu yang menuntut dinamika emosional tinggi.
Penampilan ini memperkuat citra Westlife sebagai grup yang mampu menjaga standar performa meski telah melewati berbagai fase industri musik.
Kolaborasi Orkestra Perkuat Kualitas Musikal
Keterlibatan String Orchestra of Surabaya memberi warna baru dalam perjalanan musikal Westlife di Indonesia. Aransemen orkestra membuat lagu-lagu populer mereka terdengar lebih megah sekaligus intim.
Pada segmen ballad, kolaborasi ini menjadi titik kuat pertunjukan. Gesekan biola dan cello membangun lapisan emosi yang mempertegas karakter vokal para personel.
Lagu-lagu seperti “Swear It Again” dan “My Love” mengalami transformasi atmosfer tanpa kehilangan identitas aslinya. Pendekatan ini menuntut ketepatan tempo dan kontrol napas yang tinggi dari para vokalis.
Westlife mampu menyesuaikan diri dengan format tersebut, memperlihatkan fleksibilitas musikal yang jarang dimiliki grup pop seangkatannya.
Konsistensi Westlife di Tengah Perubahan Industri
Dalam lanskap industri musik yang terus berubah, menjaga relevansi menjadi tantangan besar bagi musisi veteran. Westlife menunjukkan bahwa konsistensi kualitas dapat menjadi modal utama untuk bertahan.
Format konser duduk dengan busana semi-formal hingga formal menciptakan suasana yang mendukung fokus pada aspek musikal. Penonton tidak hanya datang untuk bernostalgia, tetapi juga menikmati kualitas pertunjukan secara utuh.
Antusiasme publik terlihat hingga penutupan dengan lagu “You Raise Me Up”. Kolaborasi antara vokal, orkestra, dan koor penonton membangun klimaks emosional yang menegaskan hubungan kuat antara Westlife dan penggemarnya di Indonesia.
Rangkaian tur mereka masih berlanjut ke Jakarta dan Yogyakarta. Penampilan di Surabaya menjadi tolok ukur bahwa Westlife tetap mampu mempertahankan reputasi sebagai grup dengan kualitas vokal yang terjaga.
