Home » News » Daerah » Ultimatum Keras! Galian Kabel Bandung Wajib Rampung 5 Maret
Ilustrasi Galian KabelIlustrasi Galian Kabel, proyek galian kabel di Kota Bandung - dok RRI

Bandung, Beritanda.com – Galian kabel di Bandung menjadi sorotan setelah memicu kemacetan dan kecelakaan di berbagai ruas jalan sejak akhir 2025. Pada 2 Maret 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengeluarkan ultimatum tegas agar seluruh proyek galian kabel rampung paling lambat 5 Maret 2026 dan kondisi jalan kembali mulus pada 6 Maret 2026. Langkah ini diambil demi keselamatan warga dan kelancaran mobilitas menjelang mudik Lebaran 2026.

Teguran Keras untuk Proyek Galian Kabel Bandung

Proyek galian kabel bawah tanah atau Infra Pasif Telekomunikasi dikerjakan PT Bandung Infra Investama (BII), BUMD milik Pemkot Bandung. Namun pelaksanaannya memicu keluhan warga karena lubang tak tertutup rapi dan minim pengamanan di sejumlah titik.

Sejak 24 Februari 2026, Farhan telah memberikan ultimatum awal saat kunjungan di Kelurahan Maleer. Ia meminta timeline terbuka, audit keselamatan, serta penutup permanen mainhole dipasang sesuai standar.

Puncaknya terjadi pada 1–2 Maret 2026 ketika keluhan warga memuncak. Farhan memanggil dan menegur PT BII, DSDABM, serta Diskominfo di Mapolrestabes Bandung.

Dalam pernyataannya pada 2 Maret 2026, Farhan menegaskan, “Saya sudah berikan teguran keras kepada PT BII, DSDABM, Diskominfo. 5 Maret seluruh pekerjaan beres, 6 Maret jalan mulus.” Pernyataan ini menjadi batas waktu final penyelesaian proyek galian kabel Bandung.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Galian kabel Bandung tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat lubang terbuka. Beberapa insiden dilaporkan terjadi karena pengendara terperosok atau kehilangan kendali.

Menanggapi hal tersebut, Farhan memastikan korban kecelakaan akibat galian kabel Bandung akan mendapat jaminan biaya medis. Ia menyatakan, “Pemkot jamin biaya medis korban kecelakaan galian kabel di RSUD; ganti rugi kendaraan masih dipertimbangkan via asuransi.

Jaminan biaya medis melalui RSUD dinilai meringankan beban warga. Namun untuk ganti rugi kendaraan, Pemkot masih melakukan perhitungan dan mengedepankan skema asuransi.

Komitmen PT BII dan Target 6 Maret Jalan Mulus

Pihak PT BII menyatakan siap mengikuti arahan Pemkot Bandung. Dalam keterangan resmi 2 Maret 2026, perusahaan menyebut, “Kami koordinasi dengan Pemkot; pastikan selesai 5 Maret tepat waktu.

Seluruh ruas jalan Kota Bandung yang terdampak proyek galian kabel ditargetkan rampung 5 Maret 2026. Pada 6 Maret, jalan diharapkan kembali mulus dan aman dilalui masyarakat.

Pemkot Bandung juga menyiapkan peningkatan anggaran infrastruktur jalan pada 2026 dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar. Kebijakan ini diarahkan untuk memperbaiki kualitas jalan sekaligus mencegah risiko serupa di masa mendatang.

Secara sosial, percepatan penyelesaian galian kabel Bandung diharapkan menekan angka kecelakaan dan memulihkan kepercayaan publik. Dari sisi ekonomi, kelancaran arus lalu lintas menjadi krusial menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Ultimatum ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap implementasi awal proyek yang dinilai lambat dan kurang memperhatikan aspek keselamatan. Dengan tenggat tegas 5 Maret 2026, Pemkot Bandung menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam penanganan galian kabel Bandung.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News