Beritanda.com – Timnas Futsal Indonesia 7-0 atas Brunei Darussalam dalam laga Grup B ASEAN Futsal Championship 2026 di Nonthaburi Hall, Bangkok, Senin (6/4), menegaskan efektivitas serangan yang langsung menghasilkan gol sejak awal pertandingan.
Keunggulan cepat menjadi kunci jalannya laga. M Sanjaya membuka skor pada menit ke-3 melalui tendangan jarak jauh. Selang satu menit, ia kembali mencatatkan gol lewat skema bola mati hasil umpan Yogi Saputra.
Dalam konteks tersebut, Indonesia tidak hanya unggul cepat, tetapi juga mampu menjaga tekanan secara konsisten di area pertahanan lawan.
Efektivitas Serangan Jadi Pembeda
Yang kerap luput diperhatikan, keunggulan Indonesia tidak hanya soal jumlah peluang, tetapi ketepatan dalam penyelesaian akhir. Dari serangan yang dibangun, sebagian besar berujung menjadi gol.
Andarias Kareth menambah keunggulan pada menit ke-10 melalui sentuhan di depan gawang. Sementara itu, Imam Anshori mencetak gol keempat pada menit ke-12 meski sempat ditepis kiper.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan Indonesia tidak berhenti pada penciptaan peluang, melainkan berlanjut hingga eksekusi akhir.
Minim Peluang Terbuang di Babak Pertama
Pada praktiknya, peluang Indonesia di babak pertama relatif efisien. Dewa Rizki mencetak gol kelima pada menit ke-16 melalui tusukan dari sisi kiri.
Tak berhenti di situ, Sanjaya melengkapi hattrick pada menit ke-20 melalui serangan balik cepat. Skema ini memperlihatkan transisi menyerang Indonesia berjalan efektif.
Dengan kata lain, setiap celah yang terbuka langsung dimanfaatkan tanpa memberi waktu bagi Brunei untuk menata pertahanan.
Tekanan Konsisten Tanpa Penurunan Ritme
Memasuki babak kedua, Indonesia tetap menjaga intensitas permainan. Meski unggul jauh, pola serangan tidak berubah.
Brunei sempat mencoba keluar menekan melalui Nur Yamin pada menit ke-21, namun peluang tersebut melebar. Di sisi lain, Indonesia kembali mencetak gol melalui Andarias Kareth pada menit ke-23 setelah menerima umpan terobosan Guntur Sulistyo.
Yang jadi sorotan, distribusi bola Indonesia tetap rapi dan terorganisir. Serangan dibangun dari berbagai sisi, membuat pertahanan Brunei sulit beradaptasi.
Beberapa peluang tambahan tercipta. Tendangan Sanjaya pada menit ke-28 ditepis kiper. Cris Daniel yang sudah berhadapan langsung dengan kiper pada menit ke-29 juga gagal menambah gol.
Namun demikian, dominasi tidak berubah. Brunei lebih banyak bertahan dan mengandalkan penyelamatan kiper Nazmi Nazreen untuk mencegah skor lebih besar.
Menjelang akhir pertandingan, Indonesia tetap menguasai permainan. Dewa Rizki dan Andarias Kareth kembali menciptakan peluang, meski tidak berbuah gol tambahan.
Laga ditutup dengan skor 7-0 setelah Indonesia menjaga efektivitas serangan sejak awal hingga akhir pertandingan.
Timnas Futsal Indonesia 7-0 atas Brunei Darussalam menjadi catatan penting dalam perjalanan di fase grup.
