Home » Ekbis » Saham Hary Tanoe Melejit 62%, BEI Sorot MSIN Hong Kong
apa itu Free FloatIlustrasi - Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) - dok Antara | Dhemas Reviyanto

Beritanda.com – Saham emiten milik Hary Tanoesoedibjo mengalami lonjakan tajam hingga 62,33 persen dalam periode 9–13 Februari 2026, seiring mencuatnya isu dual listing di bursa internasional. Kenaikan ini terjadi pada saham PT MNC Digital Entertainment Tbk yang bergerak di sektor digital. Di tengah euforia pasar, Bursa Efek Indonesia justru meminta klarifikasi atas volatilitas saham tersebut.

Lonjakan Saham Hary Tanoe Dipicu Isu Dual Listing

Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melonjak 182 poin ke level 474 per saham dalam sepekan perdagangan. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan kabar rencana pencatatan saham kedua di Hong Kong Stock Exchange.

Isu dual listing tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai membuka peluang akses pendanaan internasional. Investor global disebut memiliki kapasitas dana yang jauh lebih besar dibandingkan investor domestik.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai langkah ini dapat memperkuat posisi emiten di mata investor dunia.

“Ini akan memberikan akses yang lebih luas terhadap investor institusi global, yang secara kapasitas dan jangkauan jauh lebih besar dibandingkan jika hanya mengandalkan perusahaan domestik,” ujar Nafan kepada Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, pencatatan saham di luar negeri juga berpotensi meningkatkan daya saing valuasi perusahaan. Likuiditas perdagangan saham diperkirakan ikut terdongkrak seiring bertambahnya basis investor.

“Hal ini bisa meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memungkinkan valuasi perusahaan menjadi lebih kompetitif secara internasional, termasuk potensi re-rating valuasi,” katanya.

Selain faktor listing global, sektor ekonomi digital Indonesia turut menjadi magnet utama. Populasi besar dengan dominasi generasi muda dinilai memperkuat prospek bisnis jangka panjang.

Potensi Daya Tarik bagi Investor Global

Nafan menilai terdapat beberapa faktor yang membuat saham Hary Tanoe menarik di mata investor internasional, antara lain:

  1. Demografi Indonesia
    Didominasi generasi muda yang adaptif terhadap teknologi digital.
  2. Pertumbuhan Ekonomi Digital
    Meliputi platform OTT, layanan digital, dan ekosistem keuangan berbasis teknologi.
  3. Diversifikasi Bisnis
    Mencakup sektor media, properti, dan layanan keuangan digital.
  4. Akses Pendanaan Global
    Bursa Hong Kong dikenal sebagai pusat keuangan internasional.

Kombinasi faktor tersebut dinilai memperkuat fundamental perusahaan. Namun, Nafan tetap mengingatkan adanya risiko eksternal, termasuk dinamika ekonomi global dan geopolitik.

BEI Minta Klarifikasi, Soroti Pergerakan Tak Biasa

Di tengah lonjakan saham Hary Tanoe, Bursa Efek Indonesia mengeluarkan permintaan penjelasan resmi kepada manajemen MSIN. Permintaan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 11 Februari 2026.

BEI menyoroti pergerakan saham MSIN yang menguat signifikan selama tiga hari berturut-turut:

  • 9 Februari 2026: +4,11 persen
  • 10 Februari 2026: +25 persen
  • 11 Februari 2026: +23,68 persen

Kenaikan tersebut terjadi setelah sebelumnya saham MSIN cenderung melemah sejak 22 Januari hingga 6 Februari 2026. Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal adanya potensi informasi material yang memengaruhi harga saham.

Salah satu poin utama yang ditanyakan BEI adalah apakah perseroan mengetahui adanya fakta material yang belum dipublikasikan kepada investor.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan MNC Digital, Ahmad Alhafiz, menegaskan bahwa manajemen tidak mengetahui adanya informasi material lain di luar yang sudah disampaikan ke publik.

Ia merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang keterbukaan informasi emiten dan perusahaan publik.

Sementara itu, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa MSIN memang tengah mempertimbangkan rencana pencatatan saham di Hong Kong. Namun, pembahasan disebut masih berlangsung dan belum mencapai keputusan final.

Hingga kini, pihak perusahaan belum memberikan komentar resmi terkait waktu dan valuasi dari rencana tersebut.

Lonjakan saham Hary Tanoe yang diiringi pengawasan BEI menunjukkan tingginya perhatian pasar terhadap prospek global MSIN. Di satu sisi, isu dual listing membuka peluang ekspansi. Di sisi lain, transparansi dan kepatuhan regulasi tetap menjadi faktor penentu kepercayaan investor.