Beritanda.com – Sulit dipercaya, satu orang bisa menguasai begitu banyak industri sekaligus. Itulah Elon Musk di 2026—orang terkaya dunia dengan kekayaan US$839 miliar, tapi juga penuh kontroversi yang tak pernah sepi sorotan.
Perjalanan Elon Musk dari Nol hingga Puncak Dunia
Nama Elon Musk hari ini identik dengan inovasi besar. Tapi awalnya? Jauh dari kata mewah.
Lahir di Pretoria, Afrika Selatan, Musk kecil dikenal sebagai anak yang pendiam tapi obsesif. Ia belajar coding secara otodidak dan menciptakan game sederhana bernama Blastar, lalu menjualnya seharga $500 di usia 12 tahun.
Kecil, tapi jadi titik awal.
Berani Tinggalkan Zona Nyaman
Salah satu keputusan paling “nekat” datang saat Musk diterima di program PhD Stanford.
Ia hanya bertahan… 2 hari.
Kenapa? Karena melihat peluang internet di era 90-an. Musk memilih keluar dan membangun startup pertamanya, Zip2, bersama saudaranya.
Hasilnya tidak main-main:
- Zip2 dijual ke Compaq: $341 juta
- Musk mengantongi sekitar $22 juta
Langkah ini seperti lompat dari tebing—tapi mendarat di tempat yang tepat.
PayPal Jadi Titik Balik Besar
Setelah Zip2, Musk mendirikan X.com—yang kemudian berkembang menjadi PayPal.
Pada 2002, PayPal diakuisisi oleh eBay senilai $1,5 miliar.
Bagian Musk? Sekitar $165 juta.
Banyak orang mungkin berhenti di sini. Tapi tidak dengan Elon Musk.
Ia justru mengambil langkah yang lebih berisiko.
Membangun Masa Depan: Tesla dan SpaceX
Dengan uang hasil PayPal, Musk masuk ke dua industri yang saat itu dianggap “gila”:
- Mobil listrik lewat Tesla, Inc.
- Roket luar angkasa lewat SpaceX
Di awal, keduanya nyaris gagal.
SpaceX bahkan hampir bangkrut setelah tiga peluncuran roket gagal. Tesla juga sempat di ambang kehancuran finansial.
Elon Musk 2026: Kaya Raya, Tapi Sarat Kontroversi
Nama Elon Musk bukan lagi sekadar pengusaha. Ia sudah jadi simbol—antara jenius visioner dan figur kontroversial.
Per Maret 2026, Musk memimpin berbagai perusahaan besar:
- Tesla, Inc. (mobil listrik)
- SpaceX (eksplorasi luar angkasa)
- xAI (AI)
- X (eks Twitter)
Kombinasi inilah yang mendorong kekayaannya melonjak drastis—bahkan disebut-sebut berpotensi jadi triliuner pertama dalam sejarah.
Namun, seperti pepatah lama: semakin tinggi posisi, semakin besar sorotan.
Kekayaan Fantastis yang Sulit Dikejar
Angka kekayaan Musk bukan sekadar besar—ini hampir sulit dicerna.
Berikut gambaran singkatnya:
- Total kekayaan: US$839 miliar
- Sumber utama: Tesla, SpaceX, X, xAI
- Paket kompensasi Tesla: mencapai US$1 triliun dalam 10 tahun
Sebagai perbandingan, jaraknya dengan miliarder lain seperti Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg sudah terpaut ratusan miliar dolar.
Bayangkan lomba lari… tapi satu pelari sudah setengah lap di depan.
Kontroversi yang Terus Mengikuti
Di balik kesuksesan, Elon Musk juga tak lepas dari berbagai kontroversi.
Salah satu yang paling disorot adalah akuisisi Twitter senilai US$44 miliar pada 2022.
Dampaknya?
- PHK sekitar 80% karyawan
- Perubahan besar pada sistem moderasi konten
- Rebranding menjadi “X”
Tak berhenti di situ, Musk juga sempat terlibat dalam pemerintahan AS melalui program efisiensi yang dikenal sebagai DOGE.
Hasilnya justru memicu kritik.
“Apakah Anda berhasil mengurangi defisit federal?”
“Tidak, kami tidak.” — ujar staf DOGE.
Program tersebut bahkan dikaitkan dengan pemecatan ratusan ribu pegawai federal.
Gaya Kerja Ekstrem yang Bikin Geleng Kepala
Satu hal yang konsisten dari Elon Musk: etos kerja ekstrem.
Ia dikenal:
- Bekerja hingga 120 jam per minggu
- Tidur di kantor saat krisis
- Mengawasi proyek secara langsung
Bagi sebagian orang, ini inspiratif. Bagi yang lain? Terlalu ekstrem.
Menariknya, Musk sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia memiliki kondisi Asperger—yang menurutnya memengaruhi cara berpikir dan fokusnya.
Antara Jenius dan Kontroversi
Apa yang membuat Elon Musk berbeda?
Mungkin bukan hanya soal uang atau perusahaan. Tapi keberaniannya mengambil risiko besar—bahkan saat dunia meragukannya.
Dari roket yang bisa mendarat kembali, mobil listrik massal, hingga ambisi membuat “everything app”.
Namun satu hal pasti: setiap langkah Musk selalu mengundang reaksi.
Cinta atau benci, sulit untuk mengabaikannya.
Dan di 2026, ia belum menunjukkan tanda akan melambat.
