Beritanda.com – Gagasan Patungan Beli Hutan dari Pandawara Group ternyata memantik respons luas. Dari ide yang awalnya hanya muncul dari lamunan, dukungan masyarakat hingga figur publik langsung berdatangan, bahkan dengan komitmen dana yang tidak kecil.
Lamunan Pandawara, Masyarakat Beli Hutan
Unggahan Instagram aktivis lingkungan Pandawara Group kembali menyedot perhatian publik. Mereka melontarkan ide agar masyarakat Indonesia patungan beli hutan sebagai upaya melindungi kawasan alam dari alih fungsi lahan yang kian marak, terutama setelah serangkaian banjir dan longsor di Sumatra.
View this post on Instagram
Dalam unggahannya, mereka menulis, “Lagi ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran gimana kalau masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan aggar tidak dialihfungsikan.“
Tak disangka, ide sederhana itu langsung mendapat sambutan luas. Banyak warganet dan figur publik menilai gagasan tersebut punya daya dorong besar meski tidak mudah direalisasikan.
Denny Caknan dan Denny Sumargo Langsung Merespon
Musisi Denny Caknan menjadi salah satu orang pertama yang menyatakan dukungan. Ia bahkan berani menuliskan komitmen donasi sebesar Rp 1 miliar.
“Saya 1 Miliar,” tulisnya dalam unggahan Instagram.
View this post on Instagram
Denny Caknan mengakui bahwa ide ini terdengar tidak realistis, namun justru terasa masuk akal ketika dipikir ulang demi kepedulian lingkungan.
“Mungkin terlihat tidak mungkin . Terlihat ngawur . Tp kalo di pikir pikir masuk akal juga lamunan nya… “@pandawaragroup adalah simbul keperdulian kita terhadap lingkungan.“
Lihat postingan ini di Instagram
Tak hanya itu, Denny Sumargo juga mengumumkan rencana donasi Rp500 juta melalui unggahan berlatar hitam: “500 juta dari gua! @prayforsumatraindonesia.“
Meski tanpa penjelasan panjang, banyak yang menafsirkan bahwa ia turut mendukung inisiatif Patungan Beli Hutan tersebut.
Figur Publik Lain Ikut Menyuarakan Dukungan
Respon positif tidak hanya datang dari dua figur tersebut. Di kolom komentar unggahan Pandawara Group, berbagai publik figur lain ikut menyatakan ketertarikan.
Atta Halilintar menulis, “Ikut,” sementara Vidi Aldiano menambahkan, “IKUT!!!“
Ada pula komentar dari Rizky yang menyebut kesediaan menyediakan lahan: “Kami siap kasih 4 rb ha untuk pengelolaan taman hutan rakyat di kab lamandau.“
Gelombang dukungan ini menunjukkan bahwa ide yang bermula dari lamunan ternyata membuka percakapan baru tentang bagaimana masyarakat dapat terlibat langsung menjaga lingkungan, termasuk lewat konsep patungan beli hutan sebagai langkah kolektif menjaga alam Indonesia. (*)
