Gerhana Matahari CincinGerhana Matahari Cincin - dok Unsplash

Beritanda.com – Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026 dan menjadi sorotan karena menampilkan Matahari berbentuk cincin bercahaya. Fenomena astronomi langka ini memiliki jadwal fase yang jelas, mulai dari gerhana sebagian hingga puncak cincin. Meski menarik perhatian publik global, peristiwa ini tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Tahapan Waktu Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin 17 Februari 2026 berlangsung melalui beberapa fase yang telah diprediksi secara rinci oleh lembaga astronomi internasional. Rangkaian peristiwa ini dimulai dengan fase gerhana sebagian.

Merujuk data dari situs astronomi Time and Date, fase awal gerhana sebagian dimulai pada pukul 09.56 UTC atau sekitar 16.56 WIB. Pada tahap ini, Bulan mulai menutupi sebagian piringan Matahari dari sudut pandang Bumi.

Fase utama gerhana matahari cincin dimulai pada pukul 11.42 UTC atau 18.42 WIB. Pada momen ini, Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, namun tidak sepenuhnya menutup Matahari karena ukuran tampaknya lebih kecil.

Baca Juga :  Fenomena Hujan Meteor Geminid Desember 2025, Puncak Terlihat Jelas di Indonesia

Puncak gerhana matahari cincin diperkirakan terjadi pada pukul 12.12 UTC atau 19.12 WIB. Saat itulah Matahari terlihat seperti cincin cahaya yang mengelilingi bayangan Bulan, menciptakan pemandangan khas yang menjadi ciri utama fenomena ini.

Fase cincin berakhir sekitar pukul 12.41 UTC atau 19.41 WIB. Setelah itu, Bulan perlahan bergerak menjauh dari posisi pusat Matahari, menandai berakhirnya fase utama gerhana.

Akhir Rangkaian dan Durasi Keseluruhan

Meski fase cincin telah berakhir, rangkaian gerhana matahari cincin belum sepenuhnya usai. Gerhana sebagian masih berlangsung hingga Bulan benar-benar meninggalkan piringan Matahari.

Seluruh rangkaian gerhana matahari sebagian diperkirakan berakhir pada pukul 14.27 UTC atau 21.27 WIB. Dengan demikian, durasi total fenomena ini berlangsung selama beberapa jam sejak fase awal hingga akhir.

Durasi panjang tersebut membuat gerhana matahari cincin menjadi peristiwa penting dalam kalender astronomi. Setiap fase memiliki karakteristik berbeda yang biasanya diamati dan dicatat oleh para astronom maupun pengamat langit.

Baca Juga :  Fenomena Langit Cold Moon Siap Sambut Desember 2025

Namun, tidak semua wilayah Bumi dapat menyaksikan keseluruhan rangkaian tersebut. Waktu yang telah dikonversi ke WIB hanya bersifat referensi kronologis bagi masyarakat Indonesia.

Tidak Terlihat dari Indonesia

Meski jadwal gerhana matahari cincin telah diketahui secara rinci, fenomena ini tidak dapat diamati langsung dari Indonesia. Jalur gerhana tidak melintasi wilayah Tanah Air, baik untuk fase cincin maupun fase sebagian.

Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 hanya dapat disaksikan secara penuh dari wilayah tertentu di dunia, khususnya kawasan yang berada di jalur antumbra Bulan. Indonesia berada di luar cakupan jalur tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat Indonesia tidak dapat melihat perubahan visual Matahari secara langsung. Meski demikian, informasi waktu tetap penting sebagai bagian dari edukasi astronomi dan pemahaman peristiwa langit global.

Gerhana matahari cincin tetap menjadi fenomena menarik untuk diikuti, meskipun hanya melalui laporan ilmiah dan siaran internasional. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa tidak semua gerhana dapat diamati dari setiap wilayah Bumi.

Baca Juga :  Fenomena Langit Cold Moon Siap Sambut Desember 2025