Beritanda.com – Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Bali pada Minggu (1/3/2026) pukul 11.52.49 WITA. Pusat gempa berada 63 kilometer tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dengan kedalaman 83 kilometer. Hingga pukul 12.15 WITA, BMKG memastikan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Aktivitas susulan juga belum terdeteksi.
Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat koordinat gempa berada di 9,27 LS dan 115,53 BT. Episenter berada di laut. Getaran terasa hingga sejumlah wilayah di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Parameter Teknis dan Sumber Gempa
Subduksi Lempeng Jadi Pemicu
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan hasil analisa parameter terbaru menunjukkan magnitudo 4,5. “Episenter terletak pada koordinat 9.33° LS; 115.50 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 63 km tenggara Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 75 km,” ujarnya.
Menurutnya, gempa tergolong menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar naik atau thrust-fault.
Artinya, sumber gempa berasal dari dinamika tektonik aktif di selatan Bali. Ini merupakan zona yang memang terpantau aktif secara geologis.
Sebaran Getaran di Bali dan NTB
Berdasarkan peta guncangan, gempa dirasakan skala III MMI di Denpasar, Badung, Tabanan, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah.
Sementara itu, Gianyar, Lombok Timur, Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara mencatat skala II MMI. Getaran dirasakan sebagian orang. Benda ringan bergoyang.
Di Denpasar, sejumlah warga mengaku merasakan getaran beberapa detik. Made, warga sekitar Pasar Badung, mengatakan, “Geter-geter,” sambil menirukan gerakan tangan. Komang Ari menyebut getaran terasa sekitar 20 detik.
Namun di wilayah Penatih, Denpasar, sebagian warga tidak merasakan getaran. Hingga laporan ini disusun, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun gangguan infrastruktur.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara faktual, tidak ada potensi tsunami dari gempa ini.
Yang patut dicatat, monitoring hingga siang hari tidak menunjukkan adanya gempa susulan. Kondisi ini menandakan stabilitas sementara pasca getaran utama.
Dalam konteks kebencanaan, kepastian data menjadi krusial. Informasi resmi menjadi rujukan utama. Di luar itu, spekulasi tidak memiliki dasar teknis.
