Home » News » Daerah » Ciamis Dinilai Tertinggi Adipura, Tapi Sidak Menteri Lingkungan Hidup Ungkap Masalah Sampah di Permukiman
Menteri Sidak CiamisSidak Menteri LH RI di Ciamis

beritanda.com – Kabupaten Ciamis berada di posisi teratas penilaian Adipura secara nasional. Namun, inspeksi mendadak Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq justru membuka fakta lain di lapangan. Di balik skor makro yang tinggi, praktik pengelolaan sampah di tingkat warga masih menyisakan pekerjaan rumah serius. Artinya, peluang Adipura bagi Ciamis belum sepenuhnya aman.

Sidak Menteri Lingkungan Hidup di Ciamis Jadi Uji Lapangan Adipura

Mengacu pada situasi terkini, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak di sejumlah titik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (1/2). Lokasi yang didatangi meliputi Kampung Bolenglang, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kampung Bojong Mengger di Kecamatan Cijeungjing, Pasar Bojong, hingga Pasar Manis Ciamis.

Yang jadi sorotan, sidak dilakukan tanpa pendamping pejabat daerah. Di lapangan, Hanif menemukan masih adanya warga yang membuang sampah ke aliran sungai dan membakar sampah rumah tangga secara mandiri. Padahal, Ciamis tengah dinilai sebagai kandidat kuat peraih Adipura.

Baca Juga :  Sampah Surabaya Disorot Menteri, TPS Liar dan Sungai Kotor

Secara prinsipil, berdasarkan kerangka penilaian tata kelola sampah nasional, Kabupaten Ciamis ini merupakan satu-satunya dari 514 kabupaten/kota yang memiliki nilai tertinggi,” kata Hanif.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofik saat mengunjungi Bank Sampah Ciamis
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofik saat mengunjungi Bank Sampah Ciamis

Nilai Makro Tinggi, Masalah Mikro Masih Terlihat

Secara faktual, Ciamis memang unggul dalam penilaian makro. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) telah menerapkan sistem controlled landfill. Selain itu, aspek anggaran, sumber daya manusia, serta keberadaan bank sampah induk dan unit menjadi penopang nilai tinggi tersebut.

Namun pada kenyataannya, hasil sidak menunjukkan cerita berbeda di tingkat mikro. Di Kampung Bolenglang, masih ditemukan sampah dibuang ke sungai. Sementara di wilayah lain, warga mengaku membakar sampah bernilai rendah karena belum terlayani sistem pengangkutan.

Kabupaten Ciamis secara makro nilainya relatif bagus, tapi di lapangan masih ada spot yang harus ditingkatkan,” ujar Hanif.

Baca Juga :  Sampah Surabaya Disorot Menteri, TPS Liar dan Sungai Kotor

Budaya Pilah Sampah Sudah Ada, Tapi Belum Merata

Di sisi lain, sidak juga menemukan praktik baik. Sejumlah warga telah memilah sampah dari sumbernya. Sampah plastik dikumpulkan untuk dijual, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk. Bahkan, Bank Sampah Induk Ciamis menjadi salah satu indikator kuat dalam penilaian nasional.

Namun, yang kerap luput diperhatikan adalah sampah bernilai rendah. Sampah jenis ini masih sering dibakar atau dibuang ke sungai karena belum ada solusi menyeluruh.

Catatan Khusus sebelum Predikat Adipura

Dalam sudut pandang ini, Ciamis memang berpotensi besar meraih Adipura. Bersamaan dengan itu, Hanif menegaskan bahwa peluang tersebut disertai catatan khusus. Penyelenggaraan layanan sampah belum mencakup sebagian besar warga, terutama di wilayah pinggiran.

“Ini kunjungan ke kota-kota yang berpotensi mendapatkan Adipura. Tapi kalau belum paripurna, tentu ada evaluasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Sampah Surabaya Disorot Menteri, TPS Liar dan Sungai Kotor

Respons Pemkab Ciamis dan Tantangan Nyata

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengakui seluruh temuan tersebut sebagai fakta lapangan. Ia menilai keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, terutama untuk pengadaan teknologi pengelolaan sampah.

Kami baru punya mimpi dan niat menjadikan Ciamis kota bersih. Dengan keterbatasan anggaran, kami hanya bisa mengajak masyarakat berpartisipasi,” ujarnya.

Ciamis unggul di atas kertas, namun masih diuji di lapangan. Predikat Adipura bukan sekadar soal nilai, melainkan konsistensi pengelolaan sampah hingga tingkat rumah tangga. Waktu yang akan membuktikan apakah Ciamis mampu menutup celah mikro tersebut.