Home » Ekbis » Apa Itu KTT D-8? Blok Ekonomi 1,3 Miliar Penduduk Dipimpin Indonesia
Para Pemimpin KTT D-8Para Pemimpin KTT D-8 - dok Kemenlu

Beritanda.com – KTT D-8 akan digelar di Jakarta pada April 2026 seiring Indonesia menjadi ketua Developing-8 (D-8) Organization for Economic Cooperation periode 2026–2027 mulai 1 Januari 2026. Konferensi tingkat tinggi ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara berkembang di tengah dinamika geopolitik global. Serah terima resmi keketuaan akan dilakukan pada KTT D-8 ke-12 di ibu kota.

Mengenal KTT D-8 dan Kekuatan Ekonomi Anggotanya

KTT D-8 merupakan forum tingkat tinggi dari organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang didirikan pada 15 Juni 1997 di Istanbul. Forum ini beranggotakan Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye.

Blok ini mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia. Secara kolektif, negara anggota D-8 memiliki Produk Domestik Bruto sekitar USD 5,1 triliun dengan nilai perdagangan intra-D-8 mencapai kurang lebih USD 157 miliar.

Dengan cakupan geografis Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Afrika, KTT D-8 menempati posisi strategis sebagai motor penggerak kerja sama ekonomi Selatan–Selatan. Sejumlah kajian internasional bahkan memproyeksikan negara-negara anggota D-8 akan menjadi kekuatan ekonomi utama dunia pada 2050.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, menegaskan pentingnya forum ini bagi Indonesia dan Global South.

“D-8 adalah forum ekonomi strategis Global South. Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme, keketuaan Indonesia di D-8 akan menjadi sarana penting untuk memperkuat kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama ekonomi yang konkret,” ujarnya.

Peran Indonesia dalam KTT D-8 2026–2027

Sebagai ketua, Indonesia akan mengusung tema Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity. Tema ini mencerminkan semangat kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama yang sejalan dengan nilai Dasasila Bandung.

KTT D-8 Jakarta 2026 akan didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi dan Menteri Luar Negeri. Pada puncaknya, forum ini ditargetkan menghasilkan Deklarasi sebagai komitmen bersama memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Indonesia juga akan menggelar sesi khusus mengenai Palestina sebagai wujud komitmen kemanusiaan. Selain itu, akan diselenggarakan Business and Investment Forum untuk memperkuat jejaring dunia usaha serta Halal Expo guna mendorong penguatan ekosistem ekonomi halal antarnegara anggota.

Logo keketuaan Indonesia terinspirasi simbol kompas dan cahaya penuntun (jyoti) sebagai lambang arah dan optimisme Global South menuju masa depan inklusif. Melalui KTT D-8, Indonesia berupaya memperkokoh integrasi perdagangan, mendorong ekonomi biru dan transisi hijau, memperkuat konektivitas digital, serta meningkatkan tata kelola organisasi.

Dengan kekuatan ekonomi kolektif dan proyeksi pertumbuhan jangka panjang, KTT D-8 Jakarta 2026 dipandang sebagai panggung penting bagi Indonesia dalam mempertegas peran strategisnya di antara negara-negara berkembang dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News