Home » News » Daerah » Alarm Serius! 48% Pelajar Bandung Terindikasi Kesehatan Mental Bermasalah
Siswa SMAIlustrasi Siswa SMA, 71.000 siswa SMA di Bandung di indikasi mengalami gangguan kesehatan mental - dok UPI

Bandung, Beritanda.com – Kesehatan Mental pelajar di Bandung menjadi sorotan tajam setelah Pemerintah Kota Bandung merilis hasil skrining Cek Kesehatan Jiwa (CKG) terhadap 148.239 siswa pada Agustus–Oktober 2025. Sebanyak 71.433 pelajar atau 48,19% terindikasi mengalami masalah kesehatan mental, dengan gejala dominan ansietas dan depresi ringan hingga berat. Data yang dipublikasikan pada Februari 2026 itu memicu kekhawatiran serius karena hampir separuh pelajar Bandung terdampak.

Hampir Separuh Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan

Skrining kesehatan mental dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung di sekolah negeri dan swasta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga SLB. Program ini digelar massal sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan mental pelajar di Bandung.

Hasilnya mengejutkan. Dari total 148.239 peserta, sebanyak 71.433 siswa terindikasi memiliki masalah kesehatan mental atau setara 48,19%.

Rinciannya menunjukkan pola berbeda di tiap jenjang:

  1. SD/MI sederajat

    • Total peserta: 80.724 siswa
    • Terindikasi: 53,75% (43.390 siswa)
    • Gejala dominan: ansietas ringan dan depresi ringan
  2. SMP/MTs sederajat

    • Terindikasi: 49,09%
    • Rincian gejala:
      • 30,55% masalah jiwa umum
      • 76,46% ansietas ringan
      • 7,89% ansietas berat
      • 15,23% depresi ringan
      • 7,42% depresi berat
  3. SMA/MA sederajat

    • Terindikasi: 25,79%
    • Gejala dominan: gangguan kesehatan mental umum
  4. SLB

    • Terindikasi: 48,51%

Temuan paling menonjol terjadi pada tingkat SMP sederajat yang mendekati 50%. Kepala Diskominfo Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menyatakan, “Temuan paling menonjol pada SMP sederajat, 49,09% indikasi gangguan; butuh intervensi cepat.

Risiko Depresi Berat dan Beban Sekolah

Lonjakan angka kesehatan mental pelajar di Bandung ini memicu kekhawatiran terhadap potensi depresi berat hingga perilaku menyakiti diri. Secara pendidikan, dampaknya mulai terasa dalam bentuk penurunan konsentrasi, absensi meningkat, serta performa akademik yang menurun.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau SMPN 70 pada 6 Februari 2026 menyebut, “10.000 siswa alami masalah kesehatan mental; perintahkan guru BK dan psikolog lakukan asesmen.

Pernyataan ini merujuk pada data parsial Dinkes yang menunjukkan kebutuhan intervensi mendesak.

Namun persoalan tidak berhenti pada deteksi. Rasio guru Bimbingan Konseling (BK) yang minim membuat proses tindak lanjut kesehatan mental pelajar Bandung berjalan lambat. Overload tenaga konselor menjadi kendala utama dalam asesmen lanjutan dan pendampingan psikologis.

Tekanan Akademik dan Digital Jadi Pemicu

Secara nasional, tren kesehatan mental pelajar memang menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan akademik, paparan media sosial, hingga dinamika lingkungan pertemanan memperparah kondisi jiwa remaja.

Analis independen dalam kajian Februari 2026 menyebut, “Tekanan generasi digital dan lambatnya respons sosial jadi pemicu utama.” Faktor ini memperkuat dugaan bahwa kesehatan mental pelajar di Bandung bukan kasus terisolasi, melainkan bagian dari tren lebih luas.

Di sisi lain, kebijakan skrining gratis dinilai sebagai langkah progresif pemerintah daerah. Program CKG membuka ruang deteksi dini yang sebelumnya jarang dilakukan secara massal.

Meski demikian, tanpa intervensi cepat dan penambahan konselor sekolah, angka kesehatan mental pelajar Bandung berpotensi terus meningkat. Hingga Maret 2026, belum ada pembaruan signifikan terkait hasil asesmen lanjutan, sehingga publik menunggu langkah konkret berikutnya.

Data ini menjadi alarm keras bahwa kesehatan mental pelajar di Bandung tak lagi bisa dianggap isu pinggiran. Hampir separuh siswa terindikasi bermasalah, dan sistem pendidikan kini dituntut bergerak lebih cepat sebelum dampaknya meluas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News