Beritanda.com – Gelombang mutasi TNI kembali mengguncang struktur kepemimpinan militer. Sebanyak 18 Kolonel TNI AD resmi pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal, bagian dari rotasi besar yang melibatkan 99 perwira tinggi dalam satu keputusan strategis.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/159/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026, yang mengatur pemberhentian serta pengangkatan jabatan di lingkungan TNI. Bagi sebagian perwira, keputusan ini berarti lompatan karier yang tidak kecil.
Mutasi TNI Besar-Besaran Angkat 18 Kolonel AD Jadi Brigjen
Dalam gelombang mutasi TNI terbaru ini, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan rotasi terhadap 99 jabatan perwira tinggi di berbagai satuan strategis.
Dari jumlah tersebut, 18 perwira berpangkat Kolonel dari TNI Angkatan Darat mendapatkan promosi menjadi Brigadir Jenderal atau yang sering disebut “pecah bintang.”
Bagi prajurit karier, momen pecah bintang bukan sekadar simbol di pundak.
Lebih dari itu, pangkat tersebut adalah tanda kepercayaan negara sekaligus tanggung jawab kepemimpinan yang jauh lebih besar.
“Pangkat yang disandang adalah kepercayaan dari negara. Oleh karena itu harus diiringi dengan dedikasi, profesionalitas, dan keteladanan bagi seluruh prajurit,” ujar Agus Subiyanto.
Ia juga menegaskan bahwa mutasi TNI merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar institusi tetap siap menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
“Mutasi ini untuk mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks ke depan,” tambahnya.
Daftar 18 Kolonel TNI AD yang Resmi Pecah Bintang
Berikut daftar lengkap Kolonel TNI AD yang naik pangkat menjadi Brigjen dalam mutasi tersebut:
- Kolonel Chk M. Sjaiful Kustiawan – Kaotmilti II Jakarta
- Kolonel Inf Sumarlin Marzuki – Danrem 043/Gatam
- Kolonel Inf Yanto Reinald Nainggolan – Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Ideologi
- Kolonel Cpl Azwan Abdi – Dansatintel Bais TNI
- Kolonel Inf Kohir – Danrem 084/BJ Surabaya
- Kolonel Inf Ari Depria Maulana M – Dirdok Kodiklat TNI
- Kolonel Arm Ahmad Muttaqin – Dirsen Pussenarmed
- Kolonel Inf Irfan Amir – Danrindam XV/Ptm
- Kolonel Inf Devy Kristiono – Pa Sahli Tk. II KSAD Bid. Kumham
- Kolonel Arm I Made Kariawan – Staf Khusus KSAD
- Kolonel Cpn Sundoro Agung Nugroho – Wadan Puspenerbad
- Kolonel Kav Dikdik Setiadi – Wadan PMPP TNI
- Kolonel Inf Fadli Mulyono – Kasdivif 3 Kostrad
- Kolonel Inf Tunjung Setyabudi – Aster Kaskogabwilhan III
- Kolonel Arh Bangun Manahan Laurensus – Asintel Kaskogabwilhan III
- Kolonel Inf Budi Handoko – Waaspers KSAD Bid. Renbinpers
- Kolonel Inf Charles Binsar Parulian Sagala – Widyaiswara Bid. OMP/OMSP
- Kolonel Arh Mohamad Jamaludin Malik – Dirdiklat Pusterad
Deretan nama tersebut kini resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal dan menempati berbagai posisi strategis di lingkungan TNI.
Beberapa Nama yang Langsung Jadi Sorotan
Di antara daftar tersebut, beberapa figur langsung menarik perhatian publik.
Salah satunya Brigjen TNI Devy Kristiono, yang sebelumnya dikenal sebagai Ajudan Wakil Presiden RI. Ia kini dipercaya menjabat Pa Sahli Tk. II KSAD Bidang Kumham.
Nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Brigjen TNI Azwan Abdi. Perwira ini mendapat kepercayaan mengisi jabatan penting sebagai Dansatintel Bais TNI, unit yang berperan strategis dalam operasi intelijen militer.
Promosi seperti ini biasanya tidak hanya melihat masa dinas, tetapi juga rekam jejak kepemimpinan serta pengalaman operasional.
Rotasi Jabatan Jadi Cara TNI Menjaga Organisasi Tetap Dinamis
Gelombang mutasi TNI kali ini tidak hanya menyentuh perwira berpangkat Kolonel.
Dalam keputusan yang sama, 12 perwira tinggi berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) juga mengalami rotasi jabatan.
Beberapa di antaranya antara lain:
- Mayjen TNI Mokhamad Ali Ridho – menjadi Staf Khusus KSAD
- Mayjen TNI Hariyanto – menjadi Staf Khusus Panglima TNI
- Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu – menjadi Staf Khusus KSAD
Rotasi jabatan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga ritme organisasi militer tetap segar dan adaptif.
Bagi 18 perwira yang baru saja pecah bintang, keputusan mutasi TNI ini bukan sekadar promosi.
Justru sebaliknya — ini adalah awal tanggung jawab yang lebih besar dalam memimpin prajurit dan menjalankan tugas negara.
