Beritanda.com – Film animasi raksasa karya anak bangsa, Jumbo, resmi memulai petualangan globalnya di Korea Selatan pekan ini. Kesuksesan menembus industri perfilman ketat di Negeri Ginseng itu menjadi gerbang utama bagi ambisi besarnya untuk menginvasi bioskop di 40 negara dunia.
Distribusi internasional yang masif ini menegaskan posisi Jumbo bukan sekadar film lokal, melainkan duta industri kreatif Indonesia yang siap bersaing di kancah global. Pencapaian ini melampaui target awal sang kreator yang hanya membidik 17 negara.
Jejak Jumbo di Pentas Global
Debut Jumbo di Korea Selatan pada 18 Februari langsung mencuri perhatian. Menurut data Dewan Perfilman Korea (KOFIC), film ini mengumpulkan 12.648 tiket pada hari pertama, cukup untuk menempati posisi keenam box office harian.
Capaian itu membuktikan daya tarik animasi Indonesia di pasar internasional yang kompetitif. Meski pada hari kedua peringkatnya sempat terpengaruh kompetisi ketat, gebrakan awal ini sudah cukup menjadi modal berharga untuk ekspansi ke negara-negara berikutnya.
Sebelumnya, tim produksi hanya merencanakan distribusi ke 17 negara. Kreator Jumbo, Ryan Adriandhy, sempat mengungkapkan angka tersebut pada Juni 2025. Kini, jumlah itu membengkak lebih dari dua kali lipat.
Dari Negeri Ginseng hingga Eropa Timur
Jauh sebelum melenggang di Korea, Jumbo sudah lebih dulu memikat penonton di berbagai benua. Beberapa negara yang telah merasakan petualangan Don dan kawan-kawan antara lain:
- Asia: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Taiwan.
- Timur Tengah: Uni Emirat Arab menjadi salah satu destinasi pertama di kawasan tersebut.
- Eropa dan Eurasia: Rusia, Belarus, Uzbekistan, dan Kyrgyzstan menjadi pasar potensial di wilayah dingin.
Rencana ekspansi terbaru bahkan menyebutkan bahwa Jumbo akan menjangkau negara-negara Eropa Barat seperti Jerman, Prancis, dan Spanyol. Pasar-pasar dengan selera tinggi terhadap animasi ini menjadi target berikutnya.
Perjalanan Lima Tahun dan 400 Kru Lokal
Kualitas Jumbo yang mampu menembus pasar global bukanlah hasil instan. Film garapan Visinema Studios ini melalui proses produksi yang panjang dan melibatkan ribuan pekerja kreatif dalam negeri.
Proses pengerjaannya memakan waktu lima tahun, dimulai sejak 2019 hingga perilisan perdana pada Maret 2025. Selama kurun waktu tersebut, lebih dari 400 hingga 420 pekerja kreatif lokal berkontribusi menghidupkan karakter Don, Oma, Nurman, dan Mae.
Ceritanya yang personal, terinspirasi dari pengalaman masa kecil sutradara Ryan Adriandhy, menjadi kekuatan emosional film ini. Tema persahabatan, keluarga, dan melawan perundungan berhasil menyentuh hati penonton di berbagai negara dengan latar budaya berbeda.
Daya tarik Jumbo juga diperkuat oleh deretan pengisi suara papan atas. Nama-nama seperti Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari (BCL), Angga Yunanda, hingga Cinta Laura turut menghidupkan karakter-karakter dalam film.
Lagu tema yang dinyanyikan BCL berjudul “Selalu Ada di Nadimu” juga ikut meramaikan dan menemani penonton larut dalam petualangan emosional. Di Indonesia sendiri, film ini mencetak sejarah dengan meraih lebih dari 1 juta penonton hanya dalam pekan pertama.
Dengan peta distribusi yang terus meluas, Jumbo membuktikan bahwa mimpi besar anak bangsa bisa berlayar hingga ke tujuh samudra. Kini, giliran penonton di puluhan negara yang akan menikmati karya animasi buatan Indonesia.
