Home » Ekbis » Danantara Percepat Hilirisasi Ayam Lewat Investasi Jumbo Nasional
Ilustrasi Peternakan Ayam PetelurIlustrasi Peternakan Ayam Petelur

Beritanda.com – Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem perunggasan nasional melalui suntikan investasi negara yang dikelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Hilirisasi ayam terintegrasi ini menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat struktur industri pangan sekaligus menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Secara faktual, Danantara menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun untuk membangun infrastruktur hulu hingga hilir. Langkah ini diposisikan sebagai katalis agar produksi ayam nasional tidak hanya cukup secara volume, tetapi juga stabil dan tersebar merata.

Danantara Jadi Motor Investasi Hilirisasi Ayam

Groundbreaking fase pertama proyek hilirisasi ayam terintegrasi digelar di enam lokasi nasional, termasuk Kabupaten Malang dan Lampung Selatan, Jumat (6/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani.

Rosan menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan prioritas pemerintah karena dampaknya langsung ke ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Syarat Daftar PPPK BGN 2025 Tahap II Desember

Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata Rosan.

Pada titik ini, peran Danantara tidak hanya sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai pengarah proyek strategis agar terintegrasi lintas sektor.

Nilai Investasi dan Skala Proyek Nasional

Selain dana Rp20 triliun, pemerintah membuka akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun bagi peternak rakyat dan koperasi. Skema ini termasuk dukungan melalui Koperasi Desa Merah Putih untuk memperluas partisipasi masyarakat.

Di waktu bersamaan, Danantara juga mendukung enam proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi sekitar 7 miliar dolar AS. Hilirisasi ayam menjadi salah satu proyek yang diarahkan langsung menopang kebutuhan protein nasional.

Ekosistem Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa investasi negara difokuskan pada pembangunan ekosistem, bukan sekadar peningkatan kapasitas kandang.

Baca Juga :  Link Pendaftaran PPPK BGN Tahap 2 Desember 2025

Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujarnya.

Ekosistem yang dibangun mencakup pembibitan Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS), pabrik pakan berbasis bahan baku dalam negeri, layanan kesehatan hewan, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold chain, hingga logistik dan pemasaran.

BUMN sebagai Penyangga Pasar

Di sisi hilir, BUMN pangan ditugaskan sebagai offtaker untuk menyerap hasil produksi peternak rakyat. Direktur Utama ID Food, Gimoyo, menyebut peran ini krusial menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

Artinya, investasi Danantara tidak berdiri sendiri. Seluruh rantai nilai dirancang agar produksi ayam nasional terserap optimal dan berkontribusi pada tambahan produksi 1,5 juta ton daging ayam serta 1 juta ton telur per tahun.

Baca Juga :  Prabowo Peringatkan Bos BUMN, Siap Dipanggil Kejaksaan