Pangeran Andrew dan Jeffrey Epstein berjalan-jalan di Central ParkAndrew dan Jeffrey Epstein berjalan-jalan bersama di Central Park, New York. - dok The Sun

Beritanda.com – Pangeran Andrew diam-diam meninggalkan Royal Lodge, Windsor, pada Senin malam di tengah tekanan publik akibat skandal Jeffrey Epstein. Kepindahan itu terjadi saat polisi kembali menyelidiki dugaan perdagangan perempuan yang melibatkan lingkaran Epstein. Istana Inggris menempatkan Andrew sementara di Sandringham, Norfolk, sebelum ia pindah ke rumah permanennya pada April mendatang.

Pindah Diam-Diam dari Royal Lodge

Langkah Pangeran Andrew meninggalkan Royal Lodge dilakukan tanpa pengumuman resmi dan berlangsung di bawah gelap malam. Surat kabar The Sun mengungkap bahwa Andrew, yang kini berusia 65 tahun, keluar dari kediamannya di Windsor secara diam-diam pada Senin malam.

Kepergian tersebut dinilai sebagai bentuk pengasingan tidak resmi setelah namanya kembali dikaitkan dengan jaringan Jeffrey Epstein. Sejumlah dokumen hukum terbaru memperkuat sorotan publik terhadap keterlibatan Pangeran Andrew dalam kasus tersebut.

Untuk sementara, Pangeran Andrew tinggal di pondok Wood Farm di kawasan Sandringham. Ia dijadwalkan pindah ke Marsh Farm, kediaman permanennya di area yang sama, mulai April mendatang.

Baca Juga :  Seskab Teddy Mengawal Agenda Lingkungan Prabowo dan Raja Charles

Selama berada di sana, staf perkebunan Raja di Norfolk ditugaskan melayaninya. Namun, para atasan memberi kebebasan kepada pegawai untuk menolak bekerja jika merasa tidak nyaman.

Mereka telah diberi tahu bahwa mereka tidak harus melayani Andrew atau bekerja untuknya jika mereka merasa tidak nyaman,” kata seorang sumber.

Sudah ada cukup banyak yang menolak. Wajar jika ada banyak keresahan karena dia sekarang benar-benar dikucilkan,” lanjut sumber tersebut.

Bayang-Bayang Kasus Jeffrey Epstein

Pengasingan Pangeran Andrew terjadi bersamaan dengan munculnya kembali dokumen-dokumen yang memberatkan terkait Jeffrey Epstein. Terpidana kasus pedofilia itu sebelumnya dikenal memiliki hubungan dekat dengan Andrew.

Pekan ini, kepolisian Inggris menyatakan sedang menyelidiki klaim bahwa Epstein menyelundupkan seorang perempuan kedua ke Inggris. Perempuan tersebut diduga berhubungan seksual dengan Pangeran Andrew di Royal Lodge sebelum mengunjungi Istana Buckingham.

Baca Juga :  Jeffrey Epstein Files Bongkar Jaringan Elite Global

Selain itu, terungkap gugatan hukum dari seorang penari telanjang yang menuntut ganti rugi sebesar 250.000 dolar AS atas dugaan tindakan seksual bersama Epstein dan Andrew di Florida pada 2006.

Kasus-kasus tersebut kembali menghidupkan kontroversi lama yang sempat mereda setelah Andrew menyelesaikan gugatan perdata dengan Virginia Giuffre. Ia membayar jutaan dolar AS dalam penyelesaian damai, meski terus membantah melakukan pelanggaran.

Andrew Mountbatten-Windsor selama ini menyangkal semua tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Namun, keterkaitan dengan Epstein terus membayangi reputasinya.

Dampak Pengasingan terhadap Lingkungan Istana

Kepindahan Pangeran Andrew ke Norfolk berdampak langsung pada lingkungan sekitarnya. Sejumlah staf lama di Windsor dilaporkan kehilangan pekerjaan akibat penutupan operasional di Royal Lodge.

Para pegawai tersebut disebut telah ditawari paket pesangon dalam jumlah besar. Beberapa penghuni pondok di kompleks tersebut juga diminta untuk angkat kaki.

Karena hak sewa Royal Lodge dikembalikan, mereka juga kehilangan rumah mereka,” ujar seorang sumber internal.

Baca Juga :  Dokumen Epstein Ungkap Email Elon Musk Soal Pulau Pribadi

Mereka ditawari akomodasi yang jauh lebih kecil,” lanjutnya.

Di sisi lain, pengasingan Pangeran Andrew juga dipandang sebagai kemenangan simbolis bagi Raja Charles III. Selama tiga tahun terakhir, Raja dikabarkan berupaya membatasi peran publik adiknya demi menjaga citra monarki.

Meski demikian, sumber istana menyebut Raja Charles masih merasa frustrasi dengan situasi yang terus berkembang. Skandal Pangeran Andrew dinilai belum sepenuhnya mereda dan masih berpotensi memicu tekanan politik.

Tekanan tersebut tercermin dari aksi kelompok anti-monarki Republic yang memasang pita bertuliskan “Tempat Kejadian Kejahatan: Dilarang Masuk” di pagar Istana Buckingham. Spanduk protes juga dibentangkan dengan tulisan, “Charles, apa yang kau sembunyikan?

Aksi itu menunjukkan bahwa pengasingan Pangeran Andrew belum sepenuhnya meredam kritik publik terhadap institusi kerajaan. Skandal Epstein masih menjadi beban reputasi yang sulit dilepaskan dari keluarga kerajaan Inggris.