Beritanda.com – V BTS akhirnya angkat bicara setelah pesan KakaoTalk pribadinya muncul sebagai bukti dalam sengketa hukum antara HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin. Percakapan tersebut terungkap dalam dokumen putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Februari 2026. V menyatakan terkejut karena chat pribadi itu diajukan tanpa persetujuannya.
V BTS Respons Chat Pribadi yang Terungkap di Pengadilan
Nama V BTS terseret dalam sengketa hukum HYBE dan Min Hee Jin ketika isi percakapannya dengan sang mantan CEO ADOR dimasukkan sebagai bagian dari bukti persidangan. Dokumen tersebut terungkap dalam gugatan perjanjian pemegang saham terkait pelaksanaan opsi jual senilai sekitar 25,5 miliar won atau setara Rp 300 miliar lebih.
Menurut laporan media Korea, V BTS pernah mengirim pesan kepada Min Hee Jin terkait tudingan plagiarisme yang beredar.
“(Tentang bagaimana tuduhan plagiarisme selalu muncul dan tidak pernah hilang) Ya… aku tahu, kan. Aku juga melihatnya dan berpikir, ‘Ah, ini mirip…'”
Percakapan itu kemudian muncul dalam dokumen sidang tingkat pertama. Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 12 Februari 2026 memutuskan mendukung Min Hee Jin dalam sengketa dengan HYBE, sekaligus menyatakan hak opsi jualnya sah.

Merespons hal tersebut, V BTS membagikan tangkapan layar artikel berita melalui Instagram Story miliknya. Ia menegaskan bahwa percakapan tersebut merupakan obrolan pribadi sehari-hari.
“Ini adalah bagian dari percakapan pribadi sehari-hari yang saya bagikan karena empati, karena dia adalah kenalan saya. Saya sama sekali tidak berniat memihak siapa pun. Namun, saya merasa sangat terkejut bahwa percakapan ini diajukan sebagai bukti tanpa persetujuan saya.”
Latar Sengketa HYBE dan Min Hee Jin
Konflik antara HYBE dan Min Hee Jin bermula ketika HYBE melakukan audit internal dan menuduh adanya upaya pengambilalihan ADOR dengan mendekati investor eksternal. Pada Juli 2024, HYBE mengakhiri perjanjian pemegang saham dan menyatakan tidak berkewajiban membeli kembali saham Min melalui opsi jual.
Namun, pada Februari 2026, pengadilan Korea Selatan memutuskan bahwa klaim pelanggaran kontrak oleh HYBE tidak terbukti. Hak put option Min Hee Jin dinyatakan sah, sehingga HYBE diwajibkan membayar sekitar 25,5 miliar won.
Dalam proses persidangan tersebut, percakapan V BTS dengan Min Hee Jin ikut dimasukkan sebagai bagian dari bukti. Pengadilan juga menilai bahwa kecurigaan Min terkait dugaan kemiripan konsep antara ILLIT dan NewJeans merupakan ekspresi pendapat yang sah.
V BTS Tegaskan Tidak Memihak
Melalui pernyataannya, V BTS menekankan bahwa dirinya tidak berniat berpihak dalam sengketa HYBE tersebut. Ia menyebut pesan itu disampaikan karena empati terhadap seseorang yang dikenalnya secara pribadi.
Keterlibatan nama V BTS dalam dokumen persidangan menambah sorotan publik terhadap konflik industri K-pop ini. Meski demikian, V BTS menegaskan bahwa percakapan tersebut tidak dimaksudkan sebagai dukungan terhadap pihak mana pun.
Sengketa hukum antara HYBE dan Min Hee Jin sendiri belum sepenuhnya berakhir, karena HYBE disebut berencana mengajukan banding. Sementara itu, pernyataan V BTS menjadi klarifikasi penting atas beredarnya isi chat pribadinya di ruang publik.
