Home » News » Nasional » Kuota 221 Ribu, Biaya Haji 2026 Turun, Ini Faktanya
Menhaj RI dan SaudiMenhaj Mochamad Irfan Yusuf, bertemu Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah, 16–17 Februari 2026 di Kantor Dagang Arab Saudi. - dok Kemenhaj

Beritanda.com – Kabar mengejutkan datang dari Haji 2026. Saat kuota jemaah kembali besar seperti sebelum pandemi, biaya justru mengalami penurunan di beberapa daerah—sesuatu yang jarang terjadi.

Haji 2026 Hadir dengan Kuota Besar dan Biaya Lebih Ringan

Bagi banyak calon jemaah, dua hal ini selalu jadi pertanyaan utama: berapa kuotanya? berapa biayanya?

Di Haji 2026, jawabannya cukup menarik.

Indonesia kembali mendapat salah satu kuota terbesar di dunia. Totalnya mencapai 221.000 jemaah. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam penyelenggaraan haji global.

Rinciannya:

  • 203.320 jemaah reguler
  • 17.680 jemaah khusus (plus)
  • 525 kloter keberangkatan

Artinya, peluang berangkat terbuka lebar. Tapi, tentu saja, tetap ada antrean panjang.

Biaya Haji 2026 Turun, Tapi Tidak Seragam

Nah, ini bagian yang paling bikin penasaran.

Biaya Haji 2026 ternyata tidak naik, bahkan cenderung turun dibanding tahun sebelumnya. Penurunannya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 4,5 juta.

Namun, jangan buru-buru senang. Karena tiap daerah punya angka berbeda.

Berikut gambaran biaya (Bipih) yang dibayar jemaah:

  • Surabaya: Rp 60,6 juta
  • Jakarta (termasuk Kertajati): sekitar Rp 58,5 juta
  • Makassar: Rp 55,8 juta
  • Balikpapan & Banjarmasin: sekitar Rp 55,5 juta
  • Aceh: Rp 45,1 juta (terendah)

Perbedaan ini dipengaruhi faktor jarak, biaya penerbangan, hingga layanan embarkasi.

Ada Subsidi Besar di Balik Biaya

Yang sering luput: angka yang dibayar jemaah bukan total sebenarnya.

Total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) lebih tinggi, tapi sebagian ditutup oleh dana manfaat dari pengelolaan keuangan haji.

Skemanya kira-kira seperti ini:

  • Jemaah membayar sebagian (Bipih)
  • Sisanya ditutup nilai manfaat (BPKH)

Dalam Haji 2026, nilai manfaat ini mencapai sekitar Rp33 juta per jemaah.

Seperti dijelaskan pihak terkait:
“Keputusan Presiden menetapkan biaya haji bersumber dari Bipih dan nilai manfaat dana haji” — ujar Badan Pengelola Keuangan Haji.

Jadi, tanpa subsidi ini, biaya yang dibayar jemaah bisa jauh lebih mahal.

Skema Pembayaran Masih Bertahap

Buat Anda yang sedang menunggu giliran, skema pembayaran tetap dibuat bertahap.

Alurnya:

  1. Setoran awal sekitar Rp 2,7 juta
  2. Masuk antrean sesuai nomor porsi
  3. Saat jadwal tiba, lakukan pelunasan
  4. Total pelunasan rata-rata sekitar Rp 26,4 juta

Selain itu, jemaah juga akan menerima living cost sekitar Rp 3,3 juta untuk kebutuhan selama di Tanah Suci.

Kuota Global Kembali Normal

Bukan hanya Indonesia, Haji 2026 juga menandai kembalinya skala global.

Total jemaah dunia diperkirakan mencapai:

  • 2,5 juta orang secara keseluruhan
  • 1,8 juta jemaah internasional

Ini adalah angka yang kembali ke kondisi sebelum pandemi. Artinya, suasana haji akan kembali padat—bahkan mungkin lebih dinamis.

Peluang Besar, Tapi Persaingan Tetap Ketat

Di satu sisi, kuota besar memberi harapan.

Di sisi lain, antrean panjang tetap jadi realita. Banyak calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun.

Jadi, meski Haji 2026 terlihat “lebih ringan” dari sisi biaya, bukan berarti lebih mudah ditembus.

Pertanyaannya sekarang: apakah Anda sudah siap, baik secara finansial maupun mental, saat giliran itu akhirnya datang?

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News