Home » Ekbis » Industri AI Serap RAM Dunia, Harga PC Terancam Naik
Harga RAM naik, Kebutuhan besar Industri AiHarga RAM naik, Kebutuhan besar Industri Ai

Beritanda.com – Industri Ai kini menyerap hampir seluruh pasokan RAM global dan mendorong kenaikan harga memori hingga 100 persen dalam tiga bulan. Dampaknya mulai mengarah pada kenaikan harga PC dan perangkat teknologi pada 2026.

Pasar Dynamic Random Access Memory (DRAM) mengalami tekanan pasokan signifikan. Produsen utama memprioritaskan pengiriman ke pusat data Ai, bukan pasar konsumen.

Rebutan Kapasitas Produksi RAM

Lonjakan investasi Ai mengubah struktur permintaan memori global. Perusahaan teknologi membangun pusat data besar untuk pelatihan model kecerdasan buatan.

Proyek ini membutuhkan DDR5 dan HBM dalam skala besar. Dalam praktiknya, kebutuhan tersebut menyamai bahkan melampaui permintaan pasar PC.

Samsung, SK hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi mereka ke sektor ini. Akibatnya, stok untuk laptop dan desktop menyusut drastis.

Kenaikan Harga Capai 100 Persen

Harga kontrak DRAM meningkat antara 80 hingga 100 persen per Desember 2025. Modul RAM premium mengalami lonjakan lebih tajam.

Corsair Vengeance DDR5 64GB kini dibanderol USD 879.99 dari sebelumnya USD 204.99. Kenaikan itu terjadi kurang dari tiga bulan.

Kondisi ini memicu “panic buying,” dan gangguan distribusi di berbagai pasar.

Imbas Langsung ke Harga PC 2026

Produsen PC mulai melakukan penyesuaian harga. Maingear dan CyberPowerPC lebih dulu menaikkan harga sistem mereka.

Dell dilaporkan akan menaikkan harga 15–20 persen pada pertengahan Desember 2025. Lenovo merevisi daftar harga efektif 1 Januari 2026.

CEO HP menyatakan harga PC dapat terus meningkat hingga paruh kedua 2026 jika situasi tidak membaik.

Tekanan Merambat ke NAND dan SSD

Permintaan kontrak NAND meningkat 60 persen hingga November 2025. Lonjakan ini dipicu kebutuhan server dan pusat data Ai.

Artinya, tekanan harga tidak hanya terjadi pada RAM. Penyimpanan SSD dan perangkat digital lain berpotensi terdampak.

Siklus Kenaikan Harga Jangka Panjang

Menurut Gerry Chen, pasar memasuki fase “multi-year memory price hike cycle,” yang bisa berlangsung beberapa tahun.

Micron telah mengalokasikan USD 10 miliar untuk fasilitas baru di Jepang. Namun produksi baru diperkirakan dimulai paruh kedua 2028.

Selama investasi Ai terus meningkat, tekanan harga RAM diproyeksikan bertahan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News