Home » News » Internasional » Gembong Narkoba Meksiko El Mencho Tewas, Negara Membara
Kondisi di Jalisco pasca kerusuhan oleh kartel nakobaKondisi di Jalisco pasca kerusuhan oleh kartel nakoba - dok Reuters

Beritanda.com – Gembong narkoba Meksiko Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho tewas ditembak pasukan keamanan pada Minggu dalam operasi militer di Jalisco. Kementerian Pertahanan Meksiko mengonfirmasi kematian bos kartel tersebut setelah baku tembak sengit yang juga menewaskan sejumlah kaki tangannya.

Operasi itu memicu gelombang kekerasan di sedikitnya delapan negara bagian, dengan blokade jalan dan kendaraan dibakar.

Operasi Militer Tewaskan Gembong Narkoba

Gembong narkoba yang paling dicari itu dilumpuhkan dalam operasi pasukan khusus di Tapalpa, wilayah pegunungan Sierra Madre, sekitar 80 mil barat daya Guadalajara. Pemerintah menyebut personel militer diserang lebih dulu sebelum akhirnya membalas tembakan.

El Mencho Gembong narkoba asal Meksiko
El Mencho Gembong narkoba asal Meksiko

Menurut pernyataan resmi, sedikitnya enam tersangka kaki tangan ikut tewas dalam operasi tersebut. Empat orang meninggal di lokasi, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir saat diterbangkan ke Mexico City, termasuk sang gembong narkoba.

Dua tersangka ditangkap dengan persenjataan berat, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat dan menghancurkan kendaraan lapis baja. Tiga anggota pasukan keamanan dilaporkan terluka dan dievakuasi ke ibu kota untuk mendapat perawatan medis.

Pihak berwenang Amerika Serikat disebut memberikan “informasi pelengkap” yang membantu keberhasilan operasi. Kedutaan Besar AS menyatakan penggerebekan dilakukan dalam kerangka kerja sama bilateral dengan dukungan intelijen tambahan.

Kekacauan Meluas di Delapan Negara Bagian

Kematian gembong narkoba itu langsung memicu respons brutal dari jaringan kartel. Penghalang jalan yang dikenal sebagai “narkobloqueos” muncul di Jalisco, Guanajuato, Nayarit, Michoacán, Colima, Guerrero, Tamaulipas, dan Zacatecas.

Rekaman video menunjukkan kendaraan, bus, dan truk dibakar untuk memblokir jalan raya. Asap hitam membubung di atas Puerto Vallarta, kota wisata pantai Pasifik yang populer.

Di Guadalajara, suasana berubah kacau ketika penumpang bandara berlarian mencari perlindungan. Sekolah diliburkan di sejumlah wilayah, sementara transportasi umum dihentikan demi alasan keamanan.

Kondisi di Jalisco pasca kerusuhan oleh kartel nakoba
Kondisi di Jalisco pasca kerusuhan oleh kartel nakoba – dok AFP

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mendesak delapan juta warga tetap berada di rumah hingga situasi terkendali.

Ada koordinasi penuh dengan pemerintah semua negara bagian; kita harus tetap terinformasi dan tenang,” kata Presiden Claudia Sheinbaum.

Peran AS dan Tekanan Politik

Gembong narkoba tersebut memimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), yang dalam beberapa tahun terakhir disebut sebagai organisasi kriminal paling kuat di Meksiko. Kelompok ini dituduh menyelundupkan kokain, fentanil, dan metamfetamin melintasi perbatasan selatan AS.

Pemerintah AS sebelumnya menawarkan hadiah 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan sang gembong narkoba. Sejumlah pejabat senior Washington menyambut kematiannya sebagai perkembangan besar dalam perang melawan kartel.

Menulis di X, Christopher Landau menyebutnya sebagai “salah satu gembong narkoba paling kejam dan bengis”. Ia menambahkan, “Ini adalah perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut El Mencho sebagai “penyelundup fentanyl utama ke tanah air kita” dan mengonfirmasi adanya dukungan intelijen AS.

Operasi ini terjadi di tengah tekanan politik dari Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang sebelumnya mengancam tindakan militer terhadap kartel yang disebutnya “menguasai Meksiko”.

Hingga Minggu malam, banyak wilayah di Jalisco berubah menjadi kota hantu. Warga berlindung di rumah, maskapai membatalkan penerbangan, dan aparat bersiaga untuk mengantisipasi serangan balasan lebih lanjut.

Meski disebut sebagai pukulan terbesar terhadap kartel dalam lebih dari satu dekade, rincian lengkap mengenai detik-detik terakhir gembong narkoba tersebut masih belum sepenuhnya terungkap. Aparat menyatakan operasi melibatkan angkatan darat, Garda Nasional, dukungan udara, serta intelijen militer dalam skala besar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News