Home » Seleb » Film Jumbo Tembus Box Office Korea, Data Awal Tunjukkan Potensi Global
Film Animasi JumboFilm animasi Jumbo dari Indonesia yang siap tayang di Mancanegara

Beritanda.com – Film Jumbo langsung mencatat capaian awal di box office Korea Selatan dengan menembus posisi enam besar pada hari debut, menjadi indikator awal potensi animasi Indonesia di pasar global. Data penonton menunjukkan daya tarik pembukaan yang kuat, meski diikuti penurunan signifikan sehari setelahnya.

Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea (KOFIC), Film Jumbo meraih 12.648 penonton pada hari pertama penayangan di Korea Selatan, dengan pendapatan sekitar US$79.239. Capaian tersebut menempatkannya di peringkat keenam box office harian.

Posisi ini menempatkan Film Jumbo di bawah sejumlah judul seperti The King’s Warden, Humint, Choir of God, Number One, dan Ghost-Calling App: O. Namun, film ini mampu melampaui Once We Were Us yang telah lebih dulu tayang.

Secara faktual, capaian tersebut menunjukkan bahwa animasi Indonesia mampu masuk dalam persaingan awal di pasar dengan tingkat kompetisi tinggi.

Perubahan Tajam pada Hari Kedua Penayangan

Yang menjadi perhatian, pergerakan peringkat terjadi dalam waktu singkat. Pada hari kedua, jumlah penonton Film Jumbo turun menjadi 2.547 tiket atau setara sekitar US$16.476.

Dampaknya langsung terlihat pada posisi. Film ini keluar dari 10 besar dan turun ke peringkat ke-11 box office harian.

Dalam konteks data, selisih lebih dari 10 ribu tiket dalam satu hari menunjukkan adanya fluktuasi signifikan. Perubahan ini mencerminkan karakter box office Korea Selatan yang bergerak cepat.

Film Jumbo juga disalip oleh Sentimental Value, film yang mendapat sorotan karena masuk nominasi Best Picture Oscar.

Indikator Daya Tahan di Pasar Kompetitif

Dalam praktiknya, performa box office tidak hanya ditentukan oleh pembukaan. Konsistensi jumlah penonton menjadi faktor utama untuk mempertahankan posisi.

Pasar Korea Selatan dikenal memiliki basis penonton lokal yang kuat, serta dominasi film internasional dengan dukungan distribusi besar. Kondisi ini membuat setiap film harus bersaing setiap hari.

Perubahan peringkat yang cepat menunjukkan bahwa daya tahan menjadi tantangan utama setelah fase debut.

Distribusi Global Perluas Eksposur Animasi Indonesia

Di luar capaian harian, Film Jumbo juga mencatat ekspansi distribusi internasional yang luas. Film ini telah mendapatkan hak edar di sekitar 40 negara.

Jumlah tersebut meningkat dibanding rencana awal yang hanya mencakup 17 negara. Beberapa wilayah yang telah menayangkan film ini antara lain Rusia, Malaysia, Vietnam, hingga Uni Emirat Arab.

Ekspansi ini menunjukkan bahwa animasi Indonesia mulai masuk dalam jaringan distribusi global. Setiap pasar memberikan kontribusi terhadap eksposur dan potensi penonton.

Di sisi lain, respons penonton di Korea Selatan juga menunjukkan penerimaan yang positif. Seorang WNI yang menonton di bioskop di Daegu mengungkapkan bahwa mayoritas penonton adalah warga lokal, termasuk keluarga dengan anak-anak.

Jujur kaget dan bangga ternyata saya satu-satunya orang asing di studio tersebut,” ujarnya.

Ulasan penonton Korea juga menilai film ini mampu menghadirkan perpaduan emosi dan hiburan, dengan cerita yang dapat dinikmati oleh anak-anak dan keluarga.

Data awal box office dan respons penonton tersebut menjadi gambaran awal bagaimana Film Jumbo diterima di pasar internasional dengan dinamika yang terus bergerak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News