Chealse dan West Ham mendapat sangsi dari FAKetegangan memuncak di Stamford Bridge dalam laga Chealse vs West Ham - dok Reuters

Beritanda.com – Chelsea dan West Ham resmi didakwa Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) usai laga Liga Premier di Stamford Bridge berakhir ricuh pada 31 Januari. Kericuhan terjadi pada menit-menit akhir pertandingan setelah bentrokan antarpemain kedua tim. FA menilai Chelsea dan West Ham gagal mengendalikan perilaku skuad mereka dalam situasi krusial tersebut.

FA Resmi Dakwa Chelsea dan West Ham

Asosiasi Sepak Bola Inggris secara resmi menjatuhkan dakwaan terhadap Chelsea dan West Ham menyusul insiden panas yang terjadi dalam lanjutan Liga Premier. Laga yang berlangsung di Stamford Bridge itu berubah menjadi ajang perkelahian massal pada menit-menit akhir.

Dalam pernyataan resminya, FA menyebut kedua klub melanggar regulasi disiplin. Chelsea dan West Ham dinilai tidak mampu memastikan para pemain mereka bertindak profesional di tengah tekanan pertandingan.

Chelsea FC dan West Ham United FC telah didakwa menyusul pertandingan Liga Premier mereka pada hari Sabtu, 31 Januari,” bunyi pernyataan FA.

Baca Juga :  Voting Puskas Award 2025 Resmi Dibuka, Ini Daftar 11 Gol Terbaik

Diduga Chelsea FC gagal memastikan para pemainnya tidak berperilaku tidak pantas dan/atau provokatif sekitar menit ke-95,” lanjut pernyataan tersebut.

West Ham United FC diduga gagal memastikan bahwa para pemainnya tidak berperilaku tidak pantas dan/atau provokatif dan/atau melakukan kekerasan pada saat yang bersamaan,” tambah FA.

Kedua klub diberi batas waktu hingga Jumat, 6 Februari, untuk memberikan tanggapan resmi atas dakwaan tersebut.

Kronologi Kericuhan di Stamford Bridge

Keributan antara Chelsea dan West Ham bermula dari insiden keras yang melibatkan Adama Traore dan Marc Cucurella. Pemain debutan West Ham itu terlihat membanting bek Chelsea tersebut ke tanah.

Situasi memanas setelah Joao Pedro mendorong Traore sebagai bentuk reaksi. Aksi tersebut memicu keterlibatan pemain dari kedua kubu hingga tercipta perkelahian besar di tengah lapangan.

Sejumlah penggemar menyamakan kekacauan tersebut dengan ajang WWE Royal Rumble karena banyaknya pemain yang saling beradu fisik. Wasit Anthony Taylor kemudian menghentikan pertandingan untuk mengendalikan situasi.

Baca Juga :  Drawing Piala Dunia 2026, Hasil Lengkap 12 Grup dan Kejutan dari Tim Unggulan

Setelah menerima rekomendasi dari VAR, Taylor memerintahkan Jean-Clair Todibo menuju monitor. Bek tengah West Ham itu akhirnya diganjar kartu merah karena dianggap melakukan tindakan kekerasan.

Todibo diusir usai tertangkap kamera mencekik Joao Pedro dalam keributan tersebut. Keputusan wasit memicu reaksi keras dari pemain dan staf kedua tim.

Ancaman Sanksi dan Evaluasi Disiplin Klub

Akibat kartu merah tersebut, Todibo terancam larangan bermain selama tiga pertandingan. Ia berpotensi absen saat West Ham menghadapi Burnley, Manchester United, dan Burton.

Sementara itu, dakwaan FA terhadap Chelsea dan West Ham membuka peluang sanksi tambahan. Hukuman dapat berupa denda finansial, pengurangan poin, hingga kewajiban memperketat pengawasan internal.

FA menilai insiden ini mencerminkan lemahnya kontrol emosi pemain dalam laga berintensitas tinggi. Otoritas sepak bola Inggris ingin memastikan standar sportivitas tetap terjaga.

Kericuhan terjadi hanya beberapa saat setelah Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan bagi Chelsea di masa tambahan waktu. Gol tersebut melengkapi comeback dramatis tim tuan rumah.

Baca Juga :  Sindiran Garnacho ke MU Jadi Bumerang Usai Chelsea Tersingkir

Chelsea sebelumnya tertinggal dua gol lewat aksi Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville. Kebangkitan mereka dimulai setelah Joao Pedro dan Marc Cucurella mencetak gol balasan di babak kedua.

Kemenangan tersebut sempat menjadi sorotan utama sebelum akhirnya tertutup oleh kontroversi. Insiden antara Chelsea dan West Ham kini menjadi perhatian serius FA.

Kedua klub diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap disiplin pemain. Langkah tersebut dinilai penting agar insiden serupa tidak kembali mencoreng kompetisi Liga Inggris.