Home » Tekno » Gadget » Mulai 2027 Baterai HP Wajib Bisa Dicopot, Ini Dampaknya!
Smartphone BaruBerbagai merk Smartphone baru di 2026

Beritanda.com – Uni Eropa menetapkan aturan baru melalui Regulation (EU) 2023/1542 yang mewajibkan baterai smartphone dan tablet bisa dilepas pengguna mulai 18 Februari 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi limbah elektronik dan menekan biaya perbaikan perangkat.

Baterai Harus Bisa Diganti Sendiri

Regulasi ini mengharuskan produsen merancang perangkat agar baterai dapat dilepas tanpa alat khusus atau bantuan teknisi. Perekat kuat yang membutuhkan panas untuk membuka perangkat akan dibatasi.

Selain itu, produsen wajib menyediakan baterai pengganti minimal lima tahun setelah produk terakhir dijual. Jika diperlukan alat khusus, alat tersebut harus tersedia secara luas dengan harga wajar atau disediakan saat pembelian.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Uni Eropa untuk mengatasi krisis limbah elektronik. Saat ini, kurang dari 40 persen limbah perangkat berhasil didaur ulang dengan benar.

Ada Pengecualian, Tapi Tidak Mudah

Tidak semua perangkat harus sepenuhnya terbuka. Regulasi memberikan pengecualian jika dua syarat terpenuhi:

  • Baterai tetap memiliki minimal 80 persen kapasitas setelah 1.000 siklus pengisian
  • Perangkat memiliki sertifikasi tahan air minimal IP67

Jika syarat ini terpenuhi, desain tertutup masih diperbolehkan. Namun, penggantian baterai tetap harus memungkinkan melalui layanan profesional.

Dampak Langsung ke Pengguna

Perubahan ini membawa dampak nyata bagi konsumen, terutama dalam hal biaya dan umur perangkat.

AspekSebelum RegulasiSetelah Regulasi
Biaya ganti baterai€100–150€30–50
Akses perbaikanTerbatasLebih mudah
Umur perangkatRelatif pendekLebih panjang

Dengan baterai yang mudah diganti, pengguna tidak perlu mengganti perangkat hanya karena penurunan performa baterai.

Efek ke Limbah Elektronik

Uni Eropa mencatat sekitar 5 juta ton limbah dari ponsel dan tablet setiap tahun. Dengan desain yang lebih mudah diperbaiki, volume limbah diperkirakan turun signifikan.

Selain itu, baterai yang mudah dilepas juga meningkatkan keamanan daur ulang. Baterai yang tertanam sering memicu kebakaran saat proses penghancuran.

Kenapa Ini Penting

Selama ini, baterai menjadi komponen yang paling cepat rusak pada smartphone. Ketika baterai melemah, banyak pengguna memilih mengganti perangkat karena biaya perbaikan yang mahal atau sulit.

Aturan ini mengubah pola tersebut. Perangkat tidak lagi dianggap barang sekali pakai, melainkan produk yang bisa digunakan lebih lama.

Dalam jangka panjang, kebijakan ini juga diproyeksikan menghemat hingga €20 miliar bagi konsumen pada 2030, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku baterai.

Arah Baru Industri Gadget

Regulasi ini menandai perubahan besar dalam industri teknologi. Produsen tidak lagi hanya bersaing pada performa dan desain, tetapi juga pada daya tahan dan kemudahan perbaikan.

Bagi pengguna, ini berarti satu hal sederhana. Smartphone akan lebih awet, lebih mudah diperbaiki, dan tidak lagi cepat menjadi limbah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News