Home » Ragam » Perjalanan Donald Trump: Dari Anak Queens ke Presiden Amerika Serikat
Donald TrumpDonald Trump, Presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke 47

Beritanda.com – Nama Donald Trump hampir selalu memancing reaksi keras. Bagi sebagian orang, ia simbol keberanian politik. Bagi yang lain, ia figur paling kontroversial dalam politik modern Amerika.

Namun satu fakta sulit dibantah: perjalanan Donald Trump dari anak keluarga pengembang properti di New York hingga menjadi presiden Amerika Serikat dua kali adalah kisah yang sangat tidak biasa. Campuran ambisi, bisnis besar, konflik hukum, dan comeback politik.

Donald Trump: Profil Pribadi dan Latar Belakang Keluarga

Donald Trump lahir pada 14 Juni 1946 di wilayah Queens, New York City, Amerika Serikat.

Ia lahir dengan nama lengkap Donald John Trump, anak keempat dari lima bersaudara dalam keluarga pengembang properti.

Berikut profil singkatnya:

  • Nama lengkap: Donald John Trump
  • Tanggal lahir: 14 Juni 1946
  • Usia: 79 tahun (pada 2026)
  • Tempat lahir: Queens, New York City
  • Orang tua: Fred Trump dan Mary Anne MacLeod Trump
  • Pasangan: Melania Trump (menikah sejak 2005)
  • Jumlah anak: 5 orang
  • Agama: Presbiterian / Kristen non-denominasi
  • Partai politik: Republik

Ayahnya, Fred Trump, adalah pengembang properti yang cukup terkenal di New York, khususnya dalam pembangunan perumahan kelas menengah di Brooklyn dan Queens.

Lingkungan keluarga inilah yang membentuk cara pandang Trump terhadap bisnis sejak usia muda.

Melania Trump
Ibu Negara Amerika Serikat dan istri dari Donald Trump, Melania Trump – dok Getty Images

Masa Kecil dan Pendidikan Donald Trump

Masa kecil Trump tidak selalu berjalan mulus.

Menurut berbagai biografi, ia dikenal sebagai anak yang enerjik dan keras kepala. Pada usia 13 tahun, orang tuanya memutuskan mengirimnya ke sekolah militer.

Trump kemudian bersekolah di New York Military Academy, tempat yang terkenal dengan disiplin ketat.

Di sana ia mulai menunjukkan ambisi kompetitif. Ia aktif dalam olahraga, kepemimpinan siswa, dan bahkan menjadi kapten tim.

Setelah lulus sekolah menengah, Trump melanjutkan pendidikan tinggi.

Ia sempat kuliah di Fordham University selama dua tahun sebelum pindah ke Wharton School, salah satu sekolah bisnis paling prestisius di Amerika.

Pada 1968, Trump lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi. Banyak analis percaya pendidikan bisnis ini memainkan peran besar dalam pendekatannya terhadap politik dan negosiasi.

Karier Bisnis: Membangun Kerajaan Properti

Setelah lulus kuliah, Trump langsung bergabung dengan bisnis keluarga.

Perusahaan itu kemudian berkembang menjadi Trump Organization, yang menangani berbagai proyek real estate, hotel, dan properti global.

Pada awalnya bisnis keluarga fokus pada perumahan kelas menengah di Brooklyn dan Queens.

Namun Trump memiliki visi berbeda. Ia ingin membangun proyek besar di Manhattan—pusat bisnis paling prestisius di Amerika.

Proyek Besar yang Mengangkat Nama Trump

Langkah besar Trump terjadi pada akhir 1970-an ketika ia mengembangkan Grand Hyatt Hotel di Manhattan.

Proyek ini memanfaatkan lokasi bekas Commodore Hotel yang bangkrut. Kesuksesan proyek tersebut membuka jalan bagi ekspansi besar-besaran.

Beberapa proyek ikonik yang kemudian muncul antara lain:

  1. Trump Tower (1983) di Fifth Avenue, Manhattan
  2. Kompleks kasino Atlantic City seperti Trump Taj Mahal
  3. Hotel dan resor mewah di berbagai negara
  4. Lapangan golf internasional

Bisnis Trump juga berkembang ke sektor hiburan.

Ia menjadi host reality show The Apprentice, yang tayang sejak 2004 dan membuat namanya semakin dikenal publik global.

Kalimatnya yang terkenal, “You’re fired!”, menjadi bagian dari budaya pop Amerika.

Kontroversi Bisnis dan Gugatan Hukum

Kesuksesan bisnis Trump hampir selalu berjalan berdampingan dengan kontroversi.

Beberapa isu yang pernah muncul antara lain:

1. Gugatan diskriminasi perumahan (1973)

Departemen Kehakiman AS menuduh perusahaan Trump menolak penyewa kulit hitam. Kasus diselesaikan tanpa pengakuan bersalah, tetapi perusahaan harus mengubah kebijakan penyewaan.

2. Kebangkrutan kasino Atlantic City

Beberapa bisnis kasino Trump mengalami restrukturisasi utang pada 1990-an. Namun Trump tetap mempertahankan merek dan pengaruh bisnisnya.

3. Kritik terhadap praktik bisnis

Sejumlah proyek Trump juga pernah dikritik karena sengketa kontraktor, lisensi merek, dan konflik hukum lainnya.

Meski begitu, Trump tetap berhasil mempertahankan citra sebagai pengusaha sukses.

Dari Pengusaha ke Politisi Nasional

Pada Juni 2015, Trump mengumumkan pencalonannya sebagai presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.

Slogan kampanyenya sederhana namun kuat:

Make America Great Again.

Strateginya berbeda dari politisi tradisional.

Ia menggunakan retorika langsung, kritik keras terhadap elite politik, dan kampanye yang sangat bergantung pada media.

Hasilnya mengejutkan dunia.

Pada pemilu 2016, Trump mengalahkan kandidat Demokrat Hillary Clinton dengan 304 suara elektoral.

Ia resmi menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat.

Kebijakan Utama Selama Masa Kepresidenan

Selama periode pertama (2017-2021), Trump mengeluarkan sejumlah kebijakan besar.

Beberapa di antaranya:

  1. Reformasi pajak besar
    Tax Cuts and Jobs Act 2017 menurunkan pajak korporasi secara drastis dari 35% menjadi 21%.
  2. Kebijakan imigrasi ketat
    Trump mendorong pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko dan memperketat sistem visa.
  3. Kebijakan lingkungan
    AS keluar dari Paris Climate Agreement, keputusan yang memicu kritik internasional.
  4. Diplomasi Timur Tengah
    Trump memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dan memfasilitasi perjanjian normalisasi Israel dengan beberapa negara Arab.

Pemakzulan dan Krisis Politik

Trump mencetak rekor politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menjadi satu-satunya presiden AS yang dimakzulkan dua kali oleh DPR Amerika Serikat.

Pemakzulan kedua terjadi setelah peristiwa Serangan Capitol Amerika Serikat 6 Januari 2021, ketika pendukung Trump menyerbu gedung Kongres.

Meski demikian, Senat akhirnya membebaskannya dalam kedua persidangan.

Comeback Politik yang Mengejutkan

Setelah kalah dari Joe Biden dalam pemilu 2020, banyak pengamat memprediksi karier politik Trump telah berakhir.

Namun Trump kembali maju dalam pemilu 2024.

Ia memenangkan pemilu melawan Kamala Harris dan kembali ke Gedung Putih.

Dengan kemenangan tersebut, Trump menjadi presiden kedua dalam sejarah Amerika yang menjabat dua periode tidak berturut-turut, setelah Grover Cleveland.

Pidato kenegaraan Trump
Presiden Donald Trump mengakhiri pidato kenegaraannya pada 24 Februari 2026 – dok AFP | Getty Images

Figur Politik yang Mengubah Amerika

Selama kariernya, Donald Trump menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial dalam politik Amerika modern.

Pendukungnya melihat Trump sebagai pemimpin yang berani melawan sistem politik lama.

Sementara para kritikus menilai kebijakan dan retorikanya sering memperdalam polarisasi politik di Amerika.

Namun satu hal pasti: perjalanan Donald Trump—dari anak pengembang properti di Queens hingga dua kali menjadi presiden Amerika Serikat—akan tetap menjadi kisah penting dalam sejarah politik dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News