Home » Ekbis » MoU Freeport di Washington, Bagian Strategi Ekonomi RI-AS
MoU freeportPresiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)

beritanda.com – Kesepakatan perpanjangan izin Freeport diteken di Washington dan menjadi bagian dari rangkaian kerja sama investasi Indonesia-Amerika Serikat. Nota kesepahaman antara pemerintah dan Freeport-McMoRan memastikan keberlanjutan operasi tambang Grasberg setelah 2041, sekaligus memuat skema hilirisasi dan divestasi saham 12%.

Penandatanganan berlangsung dalam forum bisnis di U.S. Chamber of Commerce yang dihadiri Prabowo Subianto.

Freeport dalam Paket 10 Kerja Sama Investasi

MoU Freeport masuk dalam 10 daftar kerja sama investasi yang diteken di Kamar Dagang AS. Fokusnya pada mineral kritis.

Selain Freeport, terdapat kesepakatan sektor energi, pertanian, tekstil, furnitur hingga semikonduktor. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai perusahaan Indonesia dan mitra Amerika.

Di waktu bersamaan, pemerintah mendorong perluasan kemitraan strategis di bidang ekonomi.

Presiden Prabowo menyampaikan komitmen tersebut dalam pidato. “Kami berharap kehadiran Amerika bisa semakin kuat di ekonomi kami. Kami ingin perusahaan-perusahaan Amerika menjadi mitra strategis,” katanya.

Stabilitas Fiskal dan Kepastian Hukum

Dalam konteks tersebut, Prabowo menekankan stabilitas politik dan disiplin fiskal sebagai fondasi investasi. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif.

Ia menambahkan Indonesia ingin menjadi tuan rumah yang baik bagi investor. Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi yang juga dihadiri pimpinan Freeport-McMoRan.

Dampak Langsung pada Operasi Freeport

Secara faktual, MoU mencakup rencana revisi IUPK PT Freeport Indonesia. Revisi itu memberikan kepastian operasi pasca 2041.

Freeport-McMoRan akan tetap memegang 48,76% saham hingga 2041. Mulai 2042, kepemilikan berkurang menjadi sekitar 37% setelah divestasi 12% kepada pemerintah Indonesia.

Dalam praktiknya, PTFI meningkatkan belanja eksplorasi untuk menjamin keberlanjutan cadangan. Perusahaan juga memperkuat hilirisasi melalui penjualan domestik tembaga olahan dan produk turunannya.

Hilirisasi” menjadi titik tekan. Artinya, nilai tambah tetap di dalam negeri.

Di sisi lain, PTFI akan memperluas dukungan sosial di Papua, termasuk pembiayaan rumah sakit baru dan dua fasilitas pendidikan medis.

Chairman Richard C. Adkerson dan CEO Kathleen Quirk menyatakan apresiasi atas kemitraan jangka panjang tersebut. Mereka menilai perpanjangan ini memberi ruang membangun nilai jangka panjang di salah satu kawasan tembaga dan emas terbesar dunia.

Kesepakatan Freeport bukan berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari strategi ekonomi bilateral yang dibingkai dalam forum bisnis tingkat tinggi di Washington pada Rabu (18/2).

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News