beritanda.com – Benfica vs Real Madrid kembali tersaji di babak play-off Liga Champions 2025-2026. Leg pertama digelar di Estádio da Luz, Rabu (18/2/2026) pukul 03.00 WIB. Real Madrid datang dengan misi membalas kekalahan 2-4 pada pertemuan terakhir, sementara Benfica mengandalkan tren positif dan dukungan publik Lisbon.
Pertemuan ini menjadi ulangan dramatis matchday ke-8 League Phase. Saat itu, Benfica menang 4-2 lewat gol penentu di menit 90+8. Artinya, duel kali ini bukan sekadar laga gugur, tetapi juga soal harga diri.
Modal Berbeda Jelang Benfica vs Real Madrid
Real Madrid membawa bekal kemenangan 4-1 atas Real Sociedad di La Liga. Dalam praktiknya, hasil itu menjaga kepercayaan diri tim asuhan Álvaro Arbeloa. Namun, Madrid kehilangan Raul Ascencio dan Rodrygo akibat kartu merah di pertemuan sebelumnya.
Di sisi lain, kondisi Kylian Mbappe sempat diragukan karena masalah lutut. Meski begitu, ia tetap masuk rombongan tim ke Lisbon. Jude Bellingham dipastikan absen karena cedera. Arbeloa pun memberi sinyal perubahan komposisi lini tengah.
Arbeloa Andalkan Tiga Gelandang Murni
“Saat ini, kami memiliki Fede (Valverde), (Aurelien) Tchouameni, dan (Eduardo) Camavinga, yang melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujar Arbeloa.
Ia menegaskan, “Bukan hanya mereka, tetapi semua orang karena, pada akhirnya, itu adalah kerja defensif sebuah tim.”
Pernyataan itu menunjukkan fokus Madrid pada keseimbangan. Terutama setelah kebobolan empat gol pada duel terakhir.
Kepercayaan Diri Benfica di Bawah Mourinho
Benfica justru tampil stabil dalam lima laga terakhir. Di bawah arahan Jose Mourinho, As Aguias mencatat kemenangan beruntun di liga domestik. Yang jadi sorotan, Benfica lolos ke fase gugur berkat gol kiper Anatoliy Trubin pada menit ke-98 saat menghadapi Madrid.
Trubin menjadi kiper kelima yang mencetak gol di Liga Champions. Fakta itu menegaskan momentum emosional tuan rumah.
“Saya kira keajaiban tidak dibutuhkan Benfica untuk menyingkirkan Real Madrid,” kata Mourinho.
“Saya kira Benfica perlu menampilkan penampilan yang betul-betul terbaik,” tambahnya.
Dalam konteks tersebut, Mourinho menekankan konsistensi. Ia menyebut Madrid tetaplah klub dengan sejarah dan ambisi besar. Namun, ia memastikan Benfica tidak gentar.
Rekor dan Prediksi Pertandingan
Secara head-to-head, Madrid kalah tiga kali dari empat pertemuan terakhir melawan Benfica. Sementara itu, Superkomputer Opta memberi peluang menang Madrid sebesar 46,8 persen.
Data itu memperlihatkan duel yang relatif berimbang. Benfica unggul tren kandang. Madrid unggul pengalaman fase gugur. Di lapangan, intensitas diprediksi tinggi sejak menit awal.
Prakiraan Susunan Pemain:
Benfica (4-2-3-1): Anatoliy Trubin; Amar Dedic, Tomas Araujo, Nicolas Otamendi, Samuel Dahl; Leandro Barreiro, Enzo Barrandechea; Gianluca Prestianni, Georgiy Sudakov, Andres Schjelderup; Vangelis Pavlidis.
Pelatih: Jose Mourinho.
Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Trent Alexander-Arnold, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, Alvaro Carreras; Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga; Arda Guler, Kylian Mbappe, Vinicius Junior.
Pelatih: Álvaro Arbeloa.
