Home » Ekbis » Hilirisasi Ayam untuk MBG, Negara Perkuat Pasokan Protein Nasional
Danantara Bangun Hilirisasi Ayam TerintegrasiDanantara Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Beritanda.com – Pemerintah mulai memperkuat fondasi pasokan protein nasional melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi untuk menopang keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dipastikan menjadi instrumen utama menjaga ketersediaan daging ayam dan telur secara stabil, merata, dan berkelanjutan di tengah lonjakan kebutuhan nasional.

Secara faktual, implementasi MBG menambah kebutuhan protein hewani dalam skala besar. Pemerintah memproyeksikan tambahan permintaan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774.000 ton telur per tahun. Artinya, penguatan struktur pasokan tidak lagi bisa bertumpu pada pola produksi lama.

Hilirisasi Ayam sebagai Penyangga Pasokan MBG

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memulai proyek hilirisasi ayam terintegrasi sebagai langkah antisipatif negara. Meski Indonesia telah swasembada daging dan telur ayam, distribusi produksi dinilai belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan permintaan MBG.

Baca Juga :  Apa Itu Danantara Indonesia? Struktur, Tugas, dan Daftar BUMN yang Dikelola

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan proyek ini dirancang untuk memperkuat ekosistem perunggasan dari hulu hingga hilir.

Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujar Agung pada acara groundbreaking fase pertama di Malang, Jumat (6/2/2026).

Tambahan Produksi untuk Kebutuhan Nasional

Dalam praktiknya, proyek ini diproyeksikan menghasilkan tambahan produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. Volume tersebut secara khusus didedikasikan untuk mendukung MBG yang menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat.

Tak hanya itu, pembangunan dilakukan serentak di enam lokasi awal, yakni Malang, Bone, Gorontalo Utara, Paser, Sumbawa, dan Lampung Selatan. Ke depan, pengembangan akan diperluas hingga 30 provinsi untuk memastikan pemerataan pasokan.

Baca Juga :  Stimulus Lebaran 2026 Rp12,8 T, Diskon Mudik hingga Bansos Digelontorkan

Ekosistem Hulu–Hilir Jadi Kunci Stabilitas

Secara menyeluruh, hilirisasi ayam mencakup pembibitan Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS). Rantai ini diperkuat dengan pabrik pakan berbasis bahan baku dalam negeri, layanan kesehatan hewan, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold chain, hingga distribusi dan pemasaran.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan sekitar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun dibuka bagi peternak dan koperasi, termasuk skema Koperasi Desa Merah Putih.

Peran Negara Menjaga Pasokan dan Harga

BUMN pangan ditugaskan sebagai offtaker untuk menyerap hasil produksi peternak rakyat. Peran ini diarahkan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan MBG tetap terjaga di lapangan.

Imbasnya, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 1,46 juta tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun. Dampak tersebut memperkuat posisi hilirisasi ayam sebagai tulang punggung pasokan protein nasional.

Baca Juga :  Hilirisasi Ayam Danantara: Transformasi Industri Protein Nasional Menuju Stabilitas Harga, Swasembada, dan Ekosistem Pangan Terintegrasi