Sat04192014

Last update12:45:59 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Suara Pemilu Suara Pemilu Marieli Ziliwu, SH Tanyakan Pencantuman Namanya di DCT Dari Partai Nasdem Kota Gunungsitoli

Marieli Ziliwu, SH Tanyakan Pencantuman Namanya di DCT Dari Partai Nasdem Kota Gunungsitoli

  • PDF

GUNUNGSITOLI, BeritAnda - Marieli Ziliwu SH salah seorang calon anggota legislatif (caleg) mempertanyakan secara tegas atas pencantuman namannya di Daftar Caleg Tetap (DCT) yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli, yang diusung atau diusulkan oleh DPD Partai Nasdem Kota Gunungsitoli.

Hal itu ditegaskan Marieli Ziliwu, SH kepada BeritAnda.com, Jumat (30/8/2013), di Jalan Ir. Soekarno, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menyikapi pencantuman namanya di DCT yang dikeluarkan oleh KPU Kota Gunungsitoli sesuai dengan pengumuman KPU kota Gunungsitoli Nomor : 416/KPU.K-GST.002.680675/VIII/2013 tentang daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kota Gunungsitoli dalam rangka pemilihan umum anggota DPR RI, DPD dan DPRD tahun 2014.

Marieli Zilwu menjelaskan, terkait dengan penguman DCT yang dikeluarkan oleh KPU Kota Gunungsitoli itu sungguh sangat mengejutkannya. Karena sebelum penetapan DCT oleh KPU Kota Gunungsitoli itu, ia secara resmi telah mengeluarkan surat pengunduran secara tertulis yang ditujukan kepada DPD Partai Nasdem Kota Gunungsitoli dengan tembusan KPU Kota Gunungsitoli.

“Saya secara resmi telah mengundurkan diri dari pen-caleg-kan serta pengurus Partai Nasdem Kota Gunungsitoli. Hal ini terbukti dengan surat pengunduran diri saya secara tertulis kepada DPD Partai Nasdem Kota Gunungsitoli tanggal 12 Agustus 2013 dengan nomor: istimewa perihal pengunduran diri dari Caleg Nasdem Dapil III. Namun saya sangat terkejut ketika saya membaca pengumanan KPU yang diumumkan melalui koran tanggal 24 Agustus 2013 yang masih mencantumkan nama saya di DCT,” tuturnya.

Ia menambakan, pengunduran dirinya dari pengurus Partai Nasdem dan pen-caleg-kan sudah bulat, dan hal itu merupakan hak konstitusinya sebagai warga negara Indonesia, tentu hal ini Ia meminta untuk dihargai.

Selain itu, pengunduruan dirinya tersebut disebabkan karena ia menyadari, ia sudah tidak sepemahaman dengan Partai Nasdem saat ini. Untuk itu ia lebih baik mengundurkan diri dari kepengurusan dan pencalegkan.

Kemudian Marieli Ziliwu, SH juga menjelaskan, terkait dengan pengumuman itu, ia telah kembali menyurati DPD Partai Nasdem Kota Gunungsitoli dan KPU Kota Gunungsitoli mempertanyakan pencantuman namanya tersebut.

Bahkan secara tegas dalam isi surat keduanya itu tanggal 28 Agustus 2013 dengan nomor: istimewa, perihal pengunduran diri dari caleg Partai Nadem Dapil III, pada poin pertama ia mempertanyakan pencantuman namanya dalam pengumuman DCT yang dikeluarkan oleh KPU Kota Gunungsitoli. Sementara pada tanggal 12 Agustus 2013, dirinya telah menyampaikan surat pengunduran diri sebagai caleg kepada Partai Nasdem Kota Gunungsitoli dan tembusan KPU Kota Gunungsitoli.

“Kedua, saya meminta kepada DPD Partai Nasdem Kota Gunungsitoli dan KPU Kota Gunungsitoli untuk meninjau kembali pengumuman tersebut, serta meminta kepada pihak KPU Kota Gunungsitoli untuk segera menghilangkan nama saya dalam DCT, dan tidak mencantum nama saya baik dalam kertas suara dan lainya yang berhubungan dengan pemilihan umum anggota DPR RI, DPD dan DPRD tahun 2014,” tegas Marieli.

Sementara itu Ketua KPU Kota Gunungsitoli Drs. Aroli Hulu yang dikonfirmasi BeritAnda.com melalui telephon seluler, Jumat (30/8/2013) mengatakan, pihaknya mengakui telah menerima tembusan surat penguduran diri tersebut. Namun yang sangat berkopeten dalam hal itu adalah partai yang bersangkutan yang telah mengusungnya. Tentu kita akan tunggu respon dari partai itu sendiri.

Namun ketika BeritAnda.com mengkonfirmasikan hal ini kepada Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Gunungsitoli, Ridwan Saleh Zega, melalui telepon seluler, ia juga mengakui bahwa telah menerima surat pengunduran diri atas nama Marieli Ziliwu.

Namun kami masih belum menindak lanjutinya dikarenakan surat yang disampaikannya tersebut tidak melalui prosedur yang sebenarnya. Seyogyanya surat pengunduran diri itu disampaikan kepada KPU, dan partai hanya mendapat surat tembusan saja. Sehingga nantinya, KPU secara resmi menyurati partai, terkait masalah ini,” terangnya. (R-TheLaw)

Site Launch
Site Launch