Thu04172014

Last update05:14:19 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Pemkab Ajukan Rekomendasi Pelepasan Kawasan

Pemkab Ajukan Rekomendasi Pelepasan Kawasan

-Hutan untuk Lahan Transmigrasi-

INDRALAYA-OI, BeritAnda - Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui surat Dinas Transmigrasi nomor 560/53/TEKTRA.I/2012 tertanggal 27 Januari 2012 tentang permohonan Penyelesaian Permasalahan Lahan Transmigrasi di dua lokasi yakni Lahan Usaha II Desa Parit 170 Hektar dan Lahan Usaha II Sungai Rambutan 450 Hektar kepada Gubernur Sumsel dengan nomor surat 560/040/TEKTRA. I/ 2012 untuk memindahkan lokasi pada Kawasan Hutan Konversi HPKV seluas 1.200 hektar agar dapat mengajukan rekomendasi Pelepasan kawasan Hutan tersebut yang berda disebelah tenggara PT IAL kepada Menteri Kehutanan untuk memprioritaskan penyelesaian masalah lahan trasmigrasi sungai Rambutan yang sampai sekarang belum ada benang merahnya.

Hal tersebut terungkap saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ogan Ilir Komisi IV memanggil Kepala Disnakertrans OI, Wilson serta Kepala Badan Pertanaan Nasional OI, Patmawati Selasa (14/2/2012).

Ketua Komisi IV DPRD OI, Marzuki didampingi anggotanya Huzaimi, dan Hardi Sopuan mengatakan, komisi IV meminta penjelasan pihak Disnakertrans sejauh mana warga transmigrasi di dua lokasi tersebut.

Menurut Marzuki, sesuai surat Wagub Sumsel kekurangan lahan usaha bagi warga transmigran itu seluas 620 hektar. Lokasinya seluas 170 hektar terdapat di lahan usaha II Desa Parit dan UPT Desa Sungai Rambutan II sekitar 450 hektar. “Berdasarkan hasil rapat koordinasi di Provinsi Sumsel, kekurangan lahan itu akan dipindahkan ke lokasi Kawasan Hutan yang dapat dikonversi, termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial seluas 1200 hektar di sebelah tenggara dalam izin lokasi PT IAL (Indralaya Alam Lestari).”

Selain itu, Marzuki juga mempertanyakan permasalahan lahan usaha warga transmigrasi yang dikuasai orang-orang tidak dikenal. Misalnya, 10 hektar lahan usaha I di Desa Parit yang dikuasai Fad, 12,75 hektar lahan usaha II dihuni Kun, Sar dan Sud. Kemudian 8 hektar lahan usaia II dipinggir jalan poros yang dikuasai Teg serta 8 hektar lainnya yang bersertifikat dikuasai Zai CS.

“Sesuai permintaan Wagub Sumsel, kiranya lahan itu dikembalikan kepada warga transmigrasi sesuai peruntukkannya,” jelas Marzuki.

Menanggapi permasalahan kekurangan lahan tersebut, Kepala Disnakertrans OI, Wilson mengaku telah menindaklanjuti permintaan Wagub Sumsel tersebut. Namun puluhan warga transmigrasi yang kekurangan lahan itu menolak dipindahkan ke kawasan hutan PT IAL tersebut, dengan alasan lokasinya jauh.

“Pihak Disnakertrans sudah memberitahukan kepada warga transmigrasi itu, tapi mereka menolak dipindahkan,” kata Marzuki, menirukan ucapan Wilson. Kemudian mengenai permintaan pelepasan lahan transmigrasi yang dikuasai orang-orang tidak dikenal tersebut, menurut Wilson masih dalam proses. Permasalahan itu sudah ditangani pihak Polres OI, namun untuk lahan seluas 8 hektar yang dikuasai Zai CS sudah dikembalikan ke warga transmigrasi. Bahkan kelompok Zai Cs itu telah diberikan dana kerohiman atau uang pengganti tanam tumbuh.

Sementara itu salah seorang warga Desa Sungai Rambutan bernama Aan (34) menepis anggapan transmigrasi lokal itu tidak berminat menghuni perumahan transmigrasi, seperti dilontarkan pihak Disnakertrans.

“Ini tolong diluruskan, justru kami warga Desa Sungai Rambutan pernah melakukann aksi demo ke Pemprov Sumsel untuk mendapatkan lahan transmigrasi di sini,” jelasnya.(Isn)


Site Launch
Site Launch