Sat04192014

Last update12:45:59 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Tiga Desa Belum Tersentuh Listrik

Tiga Desa Belum Tersentuh Listrik

INDRALAYA-OI, BeritAnda - Hingga saat ini, sebanyak tiga desa yang berada didaerah perairan di Kecamatan Pemulutan Selatan, Pemulutan dan Indralaya Utara belum teraliri listrik.

 

Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup, Kabupaten Ogan Ilir M. Thahir melalui Kabid Sumber Daya Energi (SDE) dan Listrik, Trisnojilhaq, Kamis (27/10/2011) mengatakan, letak desa belum berlistrik lantaran kesulitan untuk memasang jaringan disebabkan berbagai faktor seperti topografinya yang rawa-rawa dan mahalnya biaya pembuatan jaringan baru.

“Pemerintah terus berupaya untuk mengentaskannya hingga 100 persen, seperti diantaranya melalui program listrik pedesaan (Prolindes). Tahun 2011 ini saja, sebanyak 9 desa telah memperoleh bantuan jaringan listrik tegangan menengah dan rendah,” ujarnya.

Lanjutnya, ke sembilan desa tersebut yakni tiga desa di Kecamatan Rambang Kuang yakni Sunur, Ulak Segaro, dan Beringin Dalam. Ada juga desa di Pemulutan Selatan seperti Ulak Aur Standing dan 5 desa lainnya di Pemulutan Barat. “Sekarang tiangnya sudah terpasang, tinggal jaringan listriknya yang pendanaanya, dimasukkan dalam APBN Perubahan 2011,” imbuhnya.

Sedangkan untuk 25 desa lainnya, sambungnya, terus diusulkan untuk memperoleh aliran listrik dari PLN, diantaranya Desa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya, Desa Sungai Rambutan dan Tanjung Pule Kecamatan Inderalaya Utara.

Disinggung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Trisno menjelaskan, kemampuannya untuk itu masih terbatas, sehingga dalam rapat bersama PLN beberapa waktu lalu, desa yang telah memperoleh bantuan tersebut belum masuk kategori desa telah berlistrik.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD OI, M. Iskandar Sabani memberikan apresiasi positif kepada pemerintah daerah ataupun pusat atas bantuan jaringan listriknya. “Kalau kita menunggu bantuan PLN mungkin sulit untuk mengentaskan penerangan listrik kedesa-desa ini,” ujarnya.

Mengenai sisa desa yang belum berlistrik, pihaknya menyarankan kepada instansi terkait untuk mengintensifkan komunikasi ke pusat seperti kementerian ESDM ataupun ke provinsi. “Dewan selalu mendukung kebijakan yang pro rakyat, seperti sebelumnya pemkab telah menghibahkan jaringan listrik di Maura Kuang sehingga sebagai desanya telah terang benderang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mengingat pembangunan jaringan listrik membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sebaiknya desa yang belum berlistrik ini diupayakan untuk memperoleh penerangan sementara seperti PLTS dan Genset. “Biaya listrik kan mahal, diupayakan warga dapat penerangan sementara yakni PLTS atau Genset,” harapnya. (BJ).

Site Launch
Site Launch