Sat04192014

Last update12:45:59 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Penanganan Hewan Kaki Empat di Muara Enim

Penanganan Hewan Kaki Empat di Muara Enim

MUARA ENIM, BeritAnda - Terkait masih adanya hewan peliharaan warga yang dibiarkan bebas berkeliaran, pihak Kecamatan Muara Enim akan segera membuat penampungan hewan kaki empat yakni sapi dan kambing. Pasalnya, keberadaan hewan-hewan ini sangat mengganggu kenyamanan warga dalam beraktifitas.

Menurut Camat Muara Enim, Maizal Kasran, hingga saat ini hewan peliharaan milik warga masih sering ditemukan bebas berkeliaran di dalam Kota Muara Enim. Terutama di wilayah Lubuk Ampelas, Kelurahan Tungkal, Dusun Muara Enim, ataupun wilayah Bemban di Depan Gedung Olahraga (GOR) Pancasila.

Selain sering membuang kotoran secara sembarangan, hewan-hewan ini juga kadang merusak tanaman yang ada. Tak jarang, hewan-hewan kaki empat ini berada di tengah jalan, sehingga mengganggu dan membahayakan para pemakai jalan.

“Hal ini, tentunya sangat mengganggu keindahan dan kebersihan Kota Muara Enim. Tak kalah penting keberadaan mereka di jalan juga kerap membahayakan para pengendara,” ujar Maizal, Sabtu (3/8/2013).

Untuk itu, kata Maizal, sesuai dengan peraturan daerah (perda) Kabupaten Muara Enim nomor 9 tahun 2002 tentang pemeliharaan hewan ternak, maka pemilik ternak dilarang melepaskan dan membiarkan hewan ternaknya berkeliaran di jalan-jalan umum dan tempat-tempat umum ataupun tempat lainnya yang menimbulkan gangguan ketertiban umum.

“Ternak yang dinilai mengganggu ketertiban umum, merusak tanaman dan kebun warga ataupun kebersihan ataupun keasrian maka akan di tangkap ataupun di tahan,” terang Maizal.

Terkait penangkapan hewan ternak ini, lanjut Maizal, pihaknya dalam waktu dekat akan membuat tempat penampungan hewan kaki empat yang berkeliaran. Hal ini, telah dan akan disosialisasikan secara luas kepada masyarakat yang ada di dalam Kecamatan Kota Muara Enim. Baik secara lisan ataupun melalui baleho-baleho yang telah disiapkan. Sesuai dengan aturan perda yakni bab V pasal 7, lanjut Maizal, disebutkan barang siapa melanggar ketentuan perda diancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebesar-besarnya Rp5 juta.

“Apabila dalam waktu 14 hari sejak ditangkap hewan tersebut tidak ditebus oleh pemiliknya, maka dapat diajukan ke pengadilan untuk ditetapkan menjadi milik daerah sebagai perampasan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Maizal, dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga hewan ternaknya dengan cara di kandangkan ataupun dengan cara lain, sehingga tidak berkeliaran bebas ataupun mengganggu tempat umum.

Warga Muara Enim, Yudi menuturkan, keberadaan hewan ternak yang dibiarkan bebas berkeliaran oleh pemiliknya memang dirasa menggangu kenyamanan. Apalagi bila hewan-hewan tersebut berkeliaran di jalan raya.

“Harus ada tindakan tegas. Sebab, bila tidak maka hewan-hewan ini akan terus berkeliaran di jalan,” tandasnya. (Mesak)

 

Site Launch
Site Launch