Sat04192014

Last update12:45:59 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Perusahaan Wajib Lapor Sebelum Merekrut Karyawan

Perusahaan Wajib Lapor Sebelum Merekrut Karyawan

BATURAJA-OKU, BeritAnda - Hingga saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ogan Komering Ulu (OKU), sudah menyurati tujuh perusahaan yang ada di Bumi Sebimbing Sekundang.

 

Surat edaran yang disampaikan itu meminta agar perusahaan transparan dan melapor ke Disnakertrans sebelum merekrut dan menerima karyawan.

"Sekarang baru tujuh perusahaan. Surat edaran ini rencananya akan kita sampaikan ke seluruh perusahaan atau badan usaha yang ada di OKU," kata Kapala Bidang Latihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans OKU, Son Ezoni, Rabu (12/6/2013).

Ezoni menegaskan, jika sudah disurati perusahaan atau badan usaha masih juga tidak melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKU, sebelum membuka lowongan kerja dan menerima karyawan, maka perusahaan tersebut akan berhadapan dengan hukum.

Sesuai keputusan Presiden RI No 04 tahun 1980 jo Perda nomor 12 tahun 2005 tentang wajib lapor lowongan pekerjaan. Dalam pasal 2 ayat 1, disebutkan setiap pengusaha dan pengurus perusahaan wajib menyampaikan laporan tertulis setiap membuka lowongan pekerjaan pada perusahaan kepada Disnakertrans OKU.

Laporan yang dimaksud berupa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, jenis pekerjaan, keterampilan atau keahlian, pendidikan, jabatan, jenis kelamin, usia, pengalaman kerja dan persyaratan lainnya yang dianggap perlu.

Kemudian dalam pasal 4 pengusaha yang akan mengumumkan lowongan pekerjaan pada perusahaan melalui media, wajib memenuhi ketentuan sebagaimada dalam pasal 2.

"Sekarang ini dari 230 perusahaan besar dan kecil di OKU tidak satupun yang melapor ke Disnakertrans jika menerima karyawan. Sesuai dengan UU nomor 13/2013 tentang ketenaga kerjaan dalam pasal 7 bab III, ketentuan pidana pelanggaran terhadap pasal 2 ayat 1 dan pasal lima diancam hukuman kurungan dan atau denda," katanya.

Misalnya, kata Ezoni, untuk perusahaan kecil, hukuman kurungan paling lama satu bulan dan atau benda paling sedikit Rp200 ribu dan paling banyak Rp1 juta. Perusahaan menengah, hukumam kurungan palling lama tiga bulan atau denda paling sedikit Rp5 juta paling banyak Rp25 juta.

"Khusus perusahaan besar yang menerima karyawan tanpa melapor secara tertulis makan terancam hukuman paling lama enam bulan atau denda paling sedikit Rp30 juta paling banyak Rp50 juta," jelasnya.

Meskipun aturan terhadap perusahaan yang tidak melapor saat menerima atau membuka lowongan kerja sudah jelas. Namun, kata Ezoni, saat ini aturan dan hukuman tersebut belum dapat dijalankan karena sifatnya sebatas himbauan kepada masyarakat.

"Namun jika surat edaran sudah disampaikan dan tidak diindahkan oleh perusahaan baru aturan dijalankan." tegasnya. (Man)

 

Site Launch
Site Launch