Thu04242014

Last update08:48:33 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Oknum Ormas Bekingi Angkutan Batubara

Oknum Ormas Bekingi Angkutan Batubara

MUARA ENIM, BeritAnda - Aksi sweeping yang dilakukan masyarakat melalui LSM Persada Nusantara di depan Terminal Regional Kota Muara Enim, Senin (1/4/2013) kemarin, berhasil menahan setidaknya sekitar 500 unit truk batubara. Hanya saja, sekitar pukul 18.00 wib, aksi tersebut dibubarkan oleh salah seorang oknum organisasi masyarakat (Ormas) yang berinisial Bd (45).

Selain LSM Persada Nusantara, Rabu (3/4/2013), ormas lainnya yakni Forum Komunikasi Pemuda Muara Enim Bersatu (FKPMB) juga melaksanakan aksi sweeping di Terminal Atas, perbatasan Muara Enim-Lahat

Ketua LSM Persada Nusantara, Syamsidi Zainal Arifin membenarkan adanya seseorang oknum ormas yang mendatangi dirinya untuk memuluskan angkutan batubara melalui jalur jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dari arah Lahat menuju Martapura. "Memang ada oknum ormas itu yang datang ke lokasi dan meminta agar truk batubara dilewatkan," kata Rifin, Rabu (3/4/2013)

Dikatakan Rifin, padahal pihaknya sebelum itu telah berkonsultasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim.

Dalam kesempatan itu, Kadishub Kabupaten Muara Enim, Drs Fathur Rahman meminta stafnya untuk mendukung aksi sweeping ini dengan membentuk posko di 3 titik ruas jalan. Namum, kenyataannya tak satupun petugas Dishub Kabupaten Muara Enim membentuk posko.

"Kita pertanyakan kenapa petugas yang seharusnya menegakkan aturan ini, tetapi mereka terkesan diam saja. Jadi tak ada keseriusan Dishub untuk mengatasi masalah angkutan batubara yang masih melintas  ini," pungkasnya.

Sebelumnya, sekitar 50 unit truk angkutan batubara harus berbalik arah, setelah sekitar 10 warga Kota Muara Enim dibawah naungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Persada Nusantara menggelar aksi sweeping di Depan Terminal Regional Kota Muara Enim, sekitar pukul 09.00 wib, Selasa (2/3/2013) kemarin.

Walaupun tidak menimbulkan kemacetan, aksi sweeping angkutan batubara ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat.

Ketua LSM Persada Nusantara, Syamsidi Zainal Arifin kepada wartawan mengatakan, aksi sweeping yang dilakukan tersebut menyusul masih banyaknya truk angkutan batubara yang melintas. Selain mengganggu aktifitas masyarakat berupa banyaknya debu yang beterbangan, angkutan batubara juga sudah jelas melanggar Perda Provinsi Sumsel Nomor 5 tahun 2011, tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara yang harus melalui jalan khusus. " Aksi ini hanya memberi tahu sopir angkutan batubara dan kita meminta mereka untuk berbalik arah menuju pool masing-masing," ungkap Zainal Arifin.

Selain telah melanggar Perda itu, lanjut dia, angkutan batubara juga melanggar Peraturan Gubernur Sumsel No. 23 Tahun 2012, tentang tata cara pengangkutan batubara melalui jalan umum. "Oleh karena itu, kami menolak angkutan batubara yang melintas di wilayah Kabupaten Muara Enim," kata dia.

Bahkan, kata Zainal Arifin, Gubernur Sumsel, Ir Alex Noerdin, telah mengeluarkan surat pemberitahuan dengan Nomor Surat. 540/3503/ Dishub/ 2012 tertanggal 27 Desember 2012, yang meminta angkutan batubara yang melalui jalan umum baik Nasional maupun Provinsi di Sumatera Selatan, terhitung 1 Januari 2013, tidak diperbolehkan lagi melintas dan wajib menggunakan jalan khusus.

Surat pemberitahuan itu, kata dia, ditujukan kepada 10 perusahaan yakni PT. Lahat Maju Bersama, PT. Lambung Karang Sakti, PT. Cipta Marga Nusantara, PT. Sriwijaya Sarana Prima, PT. Duta Lematang Jaya, Perusda Pertambangan dan Energi Lahat, PT. Gumay Berlian, PT. Almer Deus Cargoz, PT. Putra Citra Mandiri dan PT. Bara Pragmer Jaya. "Kebanyakan angkutan yang kita jaring dari perusahaan itu, sudah sekitar 50 unit truk yang diminta berbalik arah. Aksi ini kita rencanakan selama seminggu, 2-9 April 2013," jelasnya.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Muara Enim Bersatu (FKPMB), Revano Rosando, melalui Korlap, Eddy mengatakan, aksi penyetopan yang dilakukan 100 orang pihaknya ini, meminta angkutan batubara untuk tidak melintas di jalan umum sampai ada pernyataan pemegang IUP tidak akan mengangkut batubara melalui jalan umum.

Ketua Asosiasi Angkutan Batubara Lahat, Hugson, ketika dikonfirmasi mengatakan, sampai sejauh ini belum ada kerugian. "Sekarang masih jalan yang ke arah Lampung," jawabnya.(Phardiansah/mesak)

 

Site Launch
Site Launch