Fri04182014

Last update04:40:04 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan 2013, Dinas Koperasi dan UKM Sumsel Alih Prioritas UKM Pada Budidaya Jamur

2013, Dinas Koperasi dan UKM Sumsel Alih Prioritas UKM Pada Budidaya Jamur

PALEMBANG, BeritAnda - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), untuk di tahun ini akan lebih memprioritaskan pembudidayaan jamur di setiap UKM yang ada di Palembang dan Sumsel pada umumnya, agar dapat lebih melokal dan jangan sebatas pada pasar tradisional saja akan pemasarannya.

 

“Untuk kegiatan UKM kedepannya ini karena kita sudah mempelajari apa-apa saja yang sudah kita lakukan. Maka kita akan lebih mengarah kepada studi lapangan yaitu konsern pada pembudidayaan Jamur,” kata Kepala Bidang (Kabid) UKM, Drs. Yazuli, M.Si kepada BeritAnda.com.

Disamping itu, lanjut Yazuli, kita juga tidak terlepas masih menjalankan program lanjutan yang sudah dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya. “Tinggal lagi, mungkin akan lebih dioptimalkan kembali dari segi sosialisasi serta pagelaran pameran akan hasil buatan UKM yang ada. Maka itulah kita akan lebih fokus mengarah pada produk yang baru, yaitu pembudidayaan akan jamur untuk kedepannya, tinggal lagi bagaimana nantinya supaya dapat lebih dijadikan sebagai konsumsi yang digemari serta bukan hanya dijangkau di pasar tradisional saja,” jelasnya.

Karena, tambahnya, setelah kita pelajari dan ditinjau dari segi geografisnya, Sumsel sangat cocok dan berpotensi sekali akan tumbuh-kembang pembudidayaan jamur.

“Kembali lagi, kita juga tidak melepaskan program pembinaan kepada UKM yang lainnya apalagi UKM yang baru-baru muncul saat ini. Karena UKM-UKM yang baru itu harus diberikan pembinaan meskipun hasil objek apa yang diusungnya mungkin sama dengan hasil UKM-UKM yang sebelumnya. Tetapi kembali lagi itu tidak boleh dileraikan begitu saja, karena pada jalannya nanti, UKM tersebut jelas pasti akan mengalami kesulitan,” tuturnya.

Jika kita lakukan pendataan pada UKM yang baru sekaligus melakukan pembinaan, nantinya UKM tersebut dapat lebih terarah serta mendapat kesejajaran secarah tidak langsung dengan UKM yang lainnya. “Tapi, yang jelas kita akan lebih prioritaskan kepada UKM-UKM yang berminat akan pembudidayaan Jamur. Dan yang paling penting, untuk perlu diketahui, hasil produk UKM di Sumsel ini masih banyak sekali potensi hasil yang masih jauh menasionalkan dengan produk UKM di wilayah lainnya,” tandasnya.

Karena, kita ketahui sendiri hasil produk UKM kita ini masih sangat jauh sekali, dapat dikategorikan produk menjual. Dari segi pengemasannya saja masih sangat susah sekali untuk pas dengan produk yang ditawarkan. “Contohnya produk ikan salai, memang saat ini sudah mulai kita masukkan, tetapi itu dari segi penjualannya masih dalam hitungan timbangan, makanya kita sedang berusaha bagaimana nantiya ikan salai itu dapat dibeli dalam bentuk kemasan,” bebernya.

Kenapa kita pilih untuk membudidayakan jamur, kita lihat sampai saat ini di Palembang belum ada yang melakukan pengolahan akan jamur, baik itu menjadi sebuah produk kuliner, obat-obatan, hanya sebatas produk mentah.

Nanti, terangnya, jika ada kawan-kawan dari UKM yang berminat akan program yang akan kita canangkan ini, kita akan kirimkan untuk mengikuti pelatihan di Yogyakarta selama 1 hingga 3 minggu untuk dapat mengerti bagaimana akan pengelolaan jamur tersebut.

“Setelah mereka pulang, harapan kita, apa yang telah didapat nanti dapat dikembangkan serta ditularkan kepada rekan-rekan UKM yang lain jika memang berminat,” katanya.

Saat ditanya soal sudah produk UKM apa saja yang sudah masuk pada pasar modern saat ini, Yazuli menerangkan, alhamdulillah sudah berjalan 2 tahun ini produk dari kawan-kawan UKM sudah kita tawarkan kepada pasar modern. “Tapi untuk ini baru satu pasar modern saja yang baru kita gandeng, meliputi produk kuliner, souvenir, fashion dan cindramata,” pungkasnya. (Bara)

 

Site Launch
Site Launch