Thu04172014

Last update03:28:35 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Nusa Tenggara Timur Rumah Adat Simbol Pemersatu

Rumah Adat Simbol Pemersatu

ATAMBUA, BeritAnda - Bupati Belu, Drs.Joachim Lopez, Sabtu (1/9/2012) meresmikan rumah adat Laho’An Bei Ikun, Desa Foho Eka, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu.

 

Kehadiran rumah adat dalam kehidupan bermasyarakat merupakan simbol persatuan, wujud penghargaan terhadap nilai-nilai dan simbol budaya yang dianut dalam masyarakat.

Ketua Panitia, Drs.Alfredo Amaral dalam laporannya mengemukakan, rumah adat suku Laho’An terdiri dari Bei Kwaik, Bei Klaran, Bei Ikun, Bei Raek, Bei Uma Bebak dan Bei Koun yang tersebar di seluruh wilayah termasuk Timor Leste.

Meskipun berada di berbagai daerah tapi bisa bersatu dan bersama pemerintah membangun kesatuan budaya yang dapat diintegrasikan dalam hidup sehari-hari. “Kami keluarga besar Laho’An yang tersebar dimana saja, berkomitmen membantu pemerintah dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan memperkuat lembaga adat yang ada diwilayah ini,” kata Alfredo.

Bupati Belu, Drs.Joachim Lopez, dalam sekapur sirihnya dihadapan ribuan masyarakat yang hadir mengungkapkan pemerintah Kabupaten Belu memberikan perhatian terhadap nilai-nilai budaya. Khusus untuk rumah adat, Bupati Lopez mengatakan seluruh masyarakat harus melihat rumah adat sebagai simbol pemersatu, simbol penghargaan dan jati diri dan simbol ketaatan.

“Saya minta agar masyarakat dapat menjadikan simbol itu sebagai pedoman dalam konteks keberadaan sebuah rumah adat,” pinta Lopez.

Peresmian rumah adat Laho’An di tandai penandatanganan Prasasti oleh Bupati Belu Drs. Joachim Lopez di damping Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus,BA, Sekretaris Daerah Belu, Drs.Petrus Bere,MM, Ketua Komisi A DPRD Belu, Sipri Temu,S.Ip dan Tokoh Adat Laho’An sebelum dimasuki oleh seluruh warga rumah adat tersebut.(Parada)

Site Launch
Site Launch