Wed04232014

Last update02:11:54 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Nusa Tenggara Barat Kota Bima Akan Operasionalkan LPSE

Kota Bima Akan Operasionalkan LPSE

BIMA, BeritAnda - Kota Bima, diperkirakan Maret 2012 ini akan mengoperasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau disingkat LPSE.

Hal ini ditandai dengan dibenahinya salah satu ruangan yang tereletak di antara ruangan kerja Staf Ahli dan Bagian Kesra Setda Kota Bima.

Pembenahan dilakukan pihak Bagian AP (Administrasi Pembangunan) Setda Kota Bima, karena pada nantinya ruangan tersebut akan digunakan sebagai ruangan operasional LPSE.

Pantauan BeritAnda.com, sejak Selasa kemarin hingga Rabu (7/3/2012), nampak beberapa pekerja mulai memasang kussen, daun pintu dan kaca penutup depan pada ruangan yang sedianya dijadikan untuk ruang LPSE.

Kepala Bagian (Kabag) AP Setda Kota Bima, Syarif Rustaman, M.Ap. melalui Kasubbag Program, Adilansyah,SE,M.Ap., mengatakan bahwa pihak Bagian AP dipercayakan oleh Pemerintah Kota Bima untuk menata dan membenahi salah satu ruangan kosong tersebut.

Lebih lanjut dijelaskannya, sejak tanggal 1 Januari 2012 telah diberlakukan LPSE melalui online bagi pelayanan penawaran barang dan jasa. "Nanti pada operasionalnya juga akan kita tangani langsung karena sudah ada operator kita di Bagian AP yang dilatih secara elektronik pada Desember 2011 kemarin. Polanya nanti kita tidak banyak bertatap muka dengan para rekanan, mereka cukup masukkan penawaran melalui file dan mengirimkan pengajuan penawaran secara online," jelas Adilansyah di ruang kerjanya.

Diungkapkannya, sistem LPSE ini diterapkan berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Selain itu juga, tambah Adilansyah, LPSE diterapkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi 2012.

Menurut Adilansyah, penawaran paket proyek pengadaan barang dan jasa dengan sistim LPSE memiliki kelebihan dibandingkan sistim penawaran sebelumnya. "Kelebihan LPSE adalah transparasi serta efisiensi biaya baik dari pemerintah maupun calon rekanan dan para rekanan juga bisa belajar teknologi," imbuhnya.

Dengan adanya fasilitas LPSE, kata Dia, memungkinkan seluruh calon rekanan yang ada di Indonesia untuk dapat mengikuti penawaran paket-paket proyek di Kota Bima. Lanjutnya, dalam operasional LPSE nanti akan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan berupa 2 server dan 3 unit komputer.

"Kita tidak lagi menggunakan speedy melainkan astiner dan mebuat MoU dengan telkom. Soal pembayaran ke telkom tetap menjadi tanggungan Pemkot Bima melalui Bagian AP yang nilainya berkisar Rp7 juta per bulan," papar Adilansyah.

Dia menambahkan, di pulau Sumbawa baru dua daerah yang menggunakan sistim LPSE ini, Kabuaten Sumbawa Barat dan sekarang Kota Bima. “Sedangkan di pulau Lombok baru Lombok Tengah dan Propinsi," tutupnya. (Suhairy)


Site Launch
Site Launch