Wed04162014

Last update02:50:49 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat DPRD Beri Lampu Hijau Pembangunan Pasar Flamboyan

DPRD Beri Lampu Hijau Pembangunan Pasar Flamboyan

PONTIANAK, BeritAnda - Ditengah pro kontra yang terjadi antara Pemkot Pontianak dengan beberapa orang pemilik ruko di Pasar Flamboyan yang menolak membongkar ruko untuk pembangunan Pasar Flamboyan, DPRD Kota Pontianak memberikan lampu hijau agar pembangunan pasar tradisional terbesar di Kota Pontianak tersebut terus dilanjutkan.

Ditemui di kantornya, Selasa (16/10/2012), Ketua Komisi B DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan bahwa pembangunan Pasar Flamboyan harus tetap berjalan seperti yang sudah sering dibahas. “Saat ini sudah mulai pembongkaran, mungkin bulan November nanti pembangunannya sudah berjalan,” ungkapnya. Ia melanjutkan, kemungkinan akan selesai dalam satu tahun anggaran, yaitu pada tahun 2013 mendatang.

“Pembangunan terhadap Pasar Flamboyan dilakukan terhadap seluruh Ruko, Kios dan Los, kecuali pasar ikan karena mereka akan membangun sendiri” ujar Satarudin. Menurutnya, ruko, kios dan los yang ada nantinya menjadi milik pedagang yang lama, tidak akan dipindahtangankan.

Dijelaskannya juga, dalam waktu dekat akan dibuat Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi pedagang Pasar Flamboyan, selama pasar dibangun. “TPS rencananya akan ditempatkan di jalan Veteran, dan sudah dianggarkan sebesar Rp 700 juta,” katanya.

“Terkait adanya pihak yang kontra dengan rencana pembangunan, itu hanya segelintir orang. Yang setuju mencapai 90 persen lebih. Jadi kita mendengarkan suara terbanyak,” ungkapnya. Ia berargumen, bukan DPRD tidak mendengar mereka yang keberatan, tapi mereka juga harus mengerti bahwa pembangunan Pasar Flamboyan ini demi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak.

Menurut legislator PDIP ini, alasan mereka yang menolak mengatakan bahwa ruko mereka masuk dalam HPL 7 yang tidak terkena perjanjian rencana pembangunan Pasar Flamboyan. Menanggapi pernyataan tersebut, ia mengatakan pihaknya tidak memasuki ranah itu. Ia hanya menghimbau kepada pemilik ruko agar segera membongkarnya, karena pembangunan Pasar Flamboyan untuk kepentingan masyarakat Kota Pontianak.

Senada dengan rekannya, pernyataan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Eka Kurniawan pun mendukung dilanjutkannya pembangunan Pasar Flamboyan. “Yang kita inginkan adalah agar Pasar Flamboyan ditata sebaik mungkin, sehingga tidak menimbulkan kesan kumuh begitu ada orang, terutama dari Malaysia atau Brunei, turun dari jembatan tol memasuki pusat Kota Pontianak,” tegasnya. Ia tidak ingin orang menilai Kota Pontianak hanya dengan melihat kondisi Pasar Flamboyan saat ini.

Eka menilai, pembangunan Pasar Flamboyan sudah lama terkatung-katung. “Penataan Kota Pontianak yang rapi dan bersih, bisa dimulai dari pembangunan Pasar Flamboyan,” ujarnya. Selain kumuh, ia mengungkapkan banyaknya permasalahan lain yang disebabkan kondisi pasar Flamboyan saat ini, seperti kemacetan, konflik serta keributan yang sering terjadi di kawasan itu.

Terlepas dari segala konflik yang ada, Eka menginginkan agar masing-masing pihak yang bersengketa bisa menyatukan pandangan untuk kepentingan bersama bahwa pembangunan Pasar Flamboyan adalah untuk kepentingan masyarakat banyak. Ia berpendapat, putusan pengadilan dan sebagainya dapat dikesampingkan dulu, jika semua pihak sepakat dengan tujuan bersama tentang pembangunan Pasar Flamboyan.

Sementara itu, Pelaksana Pembongkaran ruko, kios dan los, H. Ahmad Faruki menjelaskan bahwa pembongkaran ini sudah diperintahkan sejak lama oleh Walikota Pontianak. “Namun Walikota masih memberikan toleransi kepada pemilik ruko hingga saat ini,” katanya. Ahmad mengungkapkan, pihaknya mendapat mandat dari Kepala Pol PP Kota Pontianak, Syarif Saleh untuk melakukan pendekatan kepada para pemilik ruko, dan melakukan pembongkaran bagi yang sudah siap.

“Jumlah Ruko keseluruhan ada 64 unit, kemudian pedagang kaki lima di bagian belakang, juga akan kita bongkar semua,” jelasnya. Diungkapkan Ahmad, yang sudah dibongkar diantaranya adalah ruko milik Bank Kalbar 2 unit, Citra Niaga 3 unit, Harian Borneo Tribune 1 unit, salon 1 unit dan Atiam 2 unit. “Total ada sekitar 12 ruko yang saat ini sudah siap untuk dibongkar,” tuturnya

Ia mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan pembongkaran. Pedagang yang sebelumnya menolak pembangunan pasar Flamboyan, juga sudah bersiap-siap pindah.

Sengketa pembongkaran ruko Pasar Flamboyan bermula ketika Pemkot Pontianak menyatakan bahwa Hak Guna Bangunan (HGB) penyewa ruko sudah habis masa berlakunya sejak tahun 2008. Namun, berdasarkan gugatan yang dilakukan para penyewa ruko tersebut, PTUN Kota Pontianak sudah mengeluarkan putusan yang mengharuskan Pemkot Pontianak memperpanjang HGB tersebut. Hingga pembongkaran sudah mulai dilakukan saat ini, sengketa tersebut masih terus berlanjut, bahkan ada upaya untuk melaporkan Walikota Pontianak ke polisi jika pembongkaran tetap dilakukan. (rfi/mwd)

Site Launch
Site Launch